Malam Minggu, Motor Listrik, dan Belajar Menghargai Sebuah Perjuangan
Beberapa waktu lalu saya ikut Pras narik Grab dengan molis (motor listrik). Bukan karena ingin ikut mencari tambahan penghasilan juga, tapi karena saya sangat penasaran: sebenarnya seperti apa sih rasanya berada di jalan, menunggu order, menjemput, lalu mengantarkan makanan atau paket ke customer? Ternyata… seseru itu! 😄
Sabtu lalu, kami berangkat setelah salat Maghrib. Pras hanya mengaktifkan GrabFood dan GrabExpress dan perjalanan kami sengaja diarahkan ke Monas atau Kotu (Kota Tua) dengan harapan siapa tahu sambil dapat orderan kami bisa malam mingguan di sana. 😄
Saya duduk di belakang sambil menikmati perjalanan, sesekali ikut memperhatikan bagaimana dia mencari alamat, menunggu pesanan, menghadapi jalanan, dan berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Dari situ saya baru benar-benar merasakan bahwa mencari rezeki di jalan itu tidak sesederhana yang terlihat. Ada panas, dingin, macet, lelah, harus tetap sabar ketika mencari alamat, dan tetap ramah meskipun badan sudah ingin segera pulang.
Tapi ada juga kebahagiaan-kebahagiaan kecil.
Salah satunya yaitu ketika customer memberikan tip. Entah lewat aplikasi atau langsung secara tunai. Mungkin bagi sebagian orang nominalnya biasa saja. Tapi bagi orang yang sedang berjuang di jalan, tip itu bisa terasa seperti, “Terima kasih sudah membantu saya hari ini.”
Sederhana sekali malam minggu kami.
Tapi justru dari perjalanan itu saya belajar sesuatu: kadang kita baru benar-benar bisa menghargai perjuangan seseorang setelah ikut merasakan sedikit bagian dari lelahnya.
Dan ternyata, rezeki itu bisa datang dari mana saja.
Dari order yang masuk
Dari customer yang memberi tip
Dari jalanan yang kita lewati
Bahkan dari kebersamaan sederhana yang membuat lelah terasa lebih ringan.
Malam itu saya bukan cuma ikut Pras mencari rezeki. Saya sedang belajar lebih dalam untuk menghargai perjuangannya. ❤️
Tags:
My Stories

0 comments