Siapa pecinta kopi di sini, tunjuk tangaaann ... :D
Hai semua, kali ini Ibu sebagai coffee lover mau berbagi cerita mengenai sebuah produk kopi yang belakangan menjadi favorit untuk menemani dalam segala kegiatan.
Sudah banyak merk kopi, baik kopi hitam maupun yang mengandung creamer yang sudah Ibu coba, sampai kopi-kopi ala coffee shop seperti Americano atau Vietnam Drip sampai Expresso atau Capucino, Vanila Latte, Avocado Coffee Latte, dan lainnya. Juga kopi kiriman dari teman, seperti kopi Bali atau kopi Aceh dan Palembang.
Namun, kali ini Ibu memilih sebuah produk kopi yang ternyata memiliki varian less sugar dan sangat nikmat baik aroma dan rasanya.
Kopi apakah itu? Yuk, simak sharingnya :)
Kopi Luwak
Ada yang tahu apa itu kopi luwak? Ya, kopi luwak ada kopi yang terbuat dari biji kopi yang dimakan oleh luwak (musang). Khas dari kopi luwak, antara lain, karena di dalam organ pencernaan hewan tersebut kopi mengalami fermentasi secara alamiah oleh enzim-enzim yang dihasilkan bakteri. Enzim terkait ternyata mengurangi kadar keasaman biji-biji kopi.
Beragam jenis kopi luwak, baik robusta, arabica, maupun white coffee.
Kini, kopi luwak yang beredar di pasaran tidak lagi hanya merupakan hasil pencarian di alam terbuka, seperti di kebun kopi atau hutan, tetapi dihasilkan dari tempat-tempat pemeliharaan luwak.
Jenis musang luwak atau Paradoxurus hermaphroditus tercatat sebagai salah satu hewan yang biasa memakan buah kopi dan menghasilkan kopi terbaik. Hewan ini banyak ditemukan di perkebunan kopi dan hutan di Sumatera dan Jawa.
Namun, ternyata tidak semua jenis biji atau buah kopi dimakannya. Luwak hanya memakan buah kopi yang benar-benar matang dan segar.
Wah, hewan pun bisa memilih yang terbaik ya, untuk dirinya, sama seperti manusia :)
Kopi Luwak White Koffie
Pasti sudah akrab, ya dengan brand kopi yang satu ini.
Luwak Kopi adalah nama dari sebuah brand kopi yang awalnya bernama Tan Hok Seng dan sudah mulai dipasarkan sejak tahun 1965. Kopi ini dijual di Pasar Peterongan Semarang.
Sejak tahun 1999, brand Kopi Luwak menjadi brand premium dan sangat digemari masyarakat. Pada awal tahun 1999 PT. Java Prima Abadi selaku produsen Kopi Luwak mulai memperluas usahanya dengan membuka kafe dan hingga saat ini menjadi brand yang dikenal baik nasional maupun internasional.
Kopi Luwak White Koffie Less Sugar
Nah, inilah dia salah satu varian kesukaan saya. Bisa dibilang saya adalah seorang coffee addicted. Dulu, saya bisa menghabiskan 2-3 cangkir kopi dalam sehari.
Kenapa sih pilihnya kopi luwak? Sebagaimana dikatakan di atas bahwa kadar asam kopi akan berkurang karena enzim pencernaan dari luwak, maka kopi luwak cukup nyaman untuk lambung. Apalagi kadar gula varian less sugar ini, sesuai dengan yang tertulis di kemasan less yang artinya lebih sedikit.
Bagi saya yang dianjurkan secara medis untuk mengurangi konsumsi gula karena masalah kesehatan, varian ini cocok banget.
Selain itu, rasa khasnya membuat waktu ngopi saya terasa makin nikmat serasa di kafe-kafe.
Dalam melakukan pekerjaan utama saya sebagai penulis dan editor, Luwak White Koffie Less Sugar ini tidak pernah ketinggalan.
O iya, Luwak White Koffie ini juga tersedia dalam berbagai varian, salah satunya varian Collagen yang bisa mendukung kesehatan kulit :)
Soal kehalalan dan expire date-nya tidak perlu dikhawatirkan, karena Luwak White Koffie sudah mengantongi sertifikasi halal dan mempunyai expire date panjang, serta teregistrasi di BPOM.
Sebagai tambahan info, Kopi Luwak juga sering mengadakan berbagai event sampai undian berhadiah berupa emas dan tiket umrah, loh. Info lebih lengkapnya bisa ceki-ceki di Official Instagram Kopi Luwak ini :)



