Ibu Berbagi Cerita

Berbagi cerita dan pengalaman dalam kehidupan ....

Dulu saya menulis untuk menyimpan cerita. Setelah mengenal Indscript Creative saya menjadi paham, bahwa tulisan juga bisa menjadi jalan untuk menginspirasi.

Dulu saya mengira menulis adalah cara paling sederhana untuk menyimpan cerita. Saya menulis agar sesuatu tidak hilang begitu saja. Percakapan yang pernah terjadi, perasaan yang pernah singgah, atau pengalaman yang pernah membuat saya tertawa juga menangis. Semuanya bagi saya bisa disimpan dalam kata-kata.

Mungkin karena itulah saya senang menulis sejak kecil. Ada rasa tenang dan bahagia ketika sebuah cerita yang berputar-putar di kepala akhirnya menemukan tempatnya di atas kertas. Namun semakin lama saya menulis, saya menemukan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Sebuah tulisan ternyata tidak selalu berhenti ketika titik terakhir diletakkan. Karena terkadang, perjalanan sebuah tulisan justru baru dimulai ketika seseorang membacanya.

Ketika Cerita Menemukan Pembacanya

Kalimat inilah yang selalu saya percayai, bahwa setiap tulisan, setiap cerita, pasti akan menemukan pembacanya. Saya pernah menulis tentang kehidupan sehari-hari sebagai seorang ibu, pengalaman, pemikiran, juga cerita fiksi. Ada tulisan yang kemudian menjadi buku, ada yang hanya menjadi artikel, dan ada pula yang mungkin dibaca beberapa orang lalu berlalu begitu saja.

Namun, kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang terjadi setelah seseorang membaca tulisan kita. Bisa jadi ada seorang ibu yang membaca sebuah tulisan lalu merasa,

"Oh, ternyata bukan hanya saya yang mengalami ini."

Bisa jadi ada seseorang yang sedang ragu memulai sesuatu menemukan keberanian setelah membaca cerita orang lain. Atau mungkin ada seseorang yang sedang berada di titik paling sepi dalam hidupnya menemukan satu kalimat yang membuatnya bertahan sedikit lebih lama.

Satu cerita mungkin sederhana bagi penulisnya, tetapi bisa berarti bagi seseorang yang sedang membutuhkannya. Inilah makna From Writing to Inspiring bagi saya.

Di situlah saya mulai memahami bahwa menulis bukan hanya tentang menyampaikan sesuatu, menulis juga bisa menjadi cara untuk menemani.

Kita Tidak Pernah Tahu Siapa yang Sedang Membutuhkan Sebuah Kalimat

Ada tulisan yang kita buat dengan sangat sederhana, bahkan kita mungkin bahkan tidak menganggapnya istimewa. Namun, ternyata bagi orang lain, tulisan itu bisa datang pada waktu yang tepat.

Saya sering teringat hal ini ketika membaca kembali tulisan-tulisan lama. Ada kalimat yang dulu saya tulis tanpa banyak berpikir, tetapi bertahun-tahun kemudian justru terasa seperti sedang berbicara kepada diri saya sendiri.

Mungkin memang begitulah cara kerja tulisan. Ia menyimpan sesuatu dari diri kita, lalu suatu hari nanti menemukan seseorang yang membutuhkan pesan itu. Karena itu, saya semakin percaya bahwa seorang penulis tidak selalu harus memiliki cerita yang luar biasa.

Cerita yang jujur pun bisa berarti.

Kita tidak harus menjadi orang terkenal untuk menginspirasi. Karena terkadang kita hanya perlu berani menceritakan apa yang pernah kita lalui.

Dari Menulis untuk Diri Sendiri, Menjadi Sesuatu untuk Orang Lain

Hari ini, ketika melihat kembali perjalanan saya di dunia literasi, saya merasa ada perubahan yang perlahan terjadi.

Dulu tujuan saya menulis terutama hanya untuk menyimpan cerita. Namun sekarang saya ingin tulisan saya juga bisa membuka ruang bagi orang lain untuk menemukan cerita mereka sendiri.

Itulah mengapa pada akhirnya saya membuat sebuah saluran WhatsApp dengan berbagai tulisan reflektif, saya juga menikmati ketika bisa mendampingi orang lain menulis, membaca naskah mereka, atau sekadar mendengarkan cerita yang ingin mereka tuangkan ke dalam buku.

Sebab mungkin, di balik keinginan seseorang untuk menulis, ada kebutuhan yang jauh lebih dalam: ingin didengar, ingin dipahami, atau ingin meninggalkan sesuatu yang bermakna.

Dan mungkin itulah makna From Writing to Inspiring bagi saya.

Teruslah menulis dan berbagi. Siapa tahu, tulisan kita adalah jawaban yang sedang dicari seseorang.

Bukan tentang seberapa banyak orang yang membaca tulisan kita. Bukan pula tentang seberapa terkenal nama kita sebagai penulis. Namun, tentang kemungkinan bahwa satu tulisan yang kita buat dengan tulus dapat membuat seseorang merasa tidak sendirian. Membuat seseorang berani memulai, atau bahkan membantu seseorang menemukan dirinya kembali.

Tulisan memang bisa berhenti di halaman. Namun, ketika ia sampai kepada hati seseorang, perjalanan itu belum selesai. Ia bisa berubah menjadi keberanian, harapan, bahkan inspirasi. ❤️

Mungkin itu pula yang saya rasakan selama perjalanan bersama Indscript Creative—bahwa tulisan tidak harus berhenti sebagai kata-kata di halaman. Ia bisa menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman seseorang dengan hati orang lain.

Jasa Pembuatan Backdrop TV Kayu
Ada rumah yang indah dipandang. Ada rumah yang membuat kita ingin pulang.
Mungkin bedanya ada pada bagaimana setiap sudutnya dibuat untuk benar-benar mengerti penghuninya

Bandung sebuah kota yang tidak hanya dikenal dengan udara sejuk, kuliner, dan kreativitasnya. Di kota ini pula, berbagai kebutuhan hunian berkembang bersama munculnya pelaku usaha kreatif, termasuk jasa pembuatan furniture custom.

Salah satunya adalah Ammar Kaayu, yang hadir di Bandung dengan layanan furniture custom dan solusi interior untuk kebutuhan rumah maupun ruang komersial.

Namun, sebenarnya apa yang membuat furniture custom menarik?

Jawabannya mungkin sederhana: karena setiap rumah memiliki cerita yang berbeda.

Ada rumah yang dihuni keluarga besar. Ada pasangan baru yang akan mulai menjalani kehidupan bersama. Ada pula rumah mungil yang harus mampu menampung begitu banyak aktivitas. Karena itulah, sepertinya kurang tepat jika semua ruang menggunakan furniture dengan ukuran dan desain yang sama.

Di sinilah peranan custom furniture menjadi menarik. Karena furniture tidak sekadar dibuat untuk mengisi ruang kosong, tetapi dapat dirancang agar mengikuti kebutuhan orang yang tinggal di dalamnya.

Furniture Kayu Berkualitas Bandung
Backdrop Kayu Cantik di Ruang Kerja
Sumber: Instagram Ammar Kaayu

Ketika Furniture Harus Mengikuti Kehidupan

Pernahkah kita membeli sebuah furniture karena terlihat bagus, tetapi ternyata setelah ditempatkan di rumah malah terasa kurang pas?

Ukurannya terlalu besar, ruang penyimpanannya kurang, atau bentuknya yang tidak benar-benar sesuai dengan kebiasaan kita.

Hal-hal yang terlihat sederhana seperti inilah sering kali baru dirasakan setelah furniture masuk ke dalam rumah. Padahal, rumah memiliki kebutuhan yang sangat personal.

Ada keluarga yang membutuhkan banyak tempat penyimpanan. Ada yang memiliki dapur kecil dengan bentuk ruangan tidak biasa. Ada pula yang ingin memanfaatkan sudut ruangan yang selama ini kosong.

Karena itu, Ammar Kaayu sebagai jasa custom furniture Bandung dapat menjadi pilihan ketika kita ingin furniture dibuat mengikuti ukuran, fungsi, sekaligus karakter ruang di dalam rumah.

Bukan ruang yang dipaksa mengikuti furniture, melainkan furniture yang dibuat untuk membantu ruang bekerja lebih baik.

Interior Rumah Minimalis
Ruang Keluarga
Sumber: Instagram Ammar Kayu

Kayu dan Karakter Sebuah Rumah

Bagi saya, ada sesuatu yang menarik dari furniture berbahan kayu.

Tekstur kayu yang alami menurut saya dapat menghadirkan kesan hangat dan membuat sebuah ruangan terasa lebih hidup. Tidak mengherankan jika jasa mebel kayu Bandung ini tetap memiliki tempat tersendiri bagi mereka yang ingin menghadirkan nuansa natural di dalam rumah.

Namun, furniture kayu yang baik tentu bukan hanya tentang penampilan.

Kualitas material, ketepatan ukuran, konstruksi, detail pengerjaan, hingga finishing turut menentukan apakah sebuah furniture akan benar-benar nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Karena itu, ketika berbicara tentang Ammar Kaayu sebagai jasa pembuatan furniture Bandung, kita tidak hanya berbicara tentang tempat membeli perabot. Di sana ada proses sebuah furniture dibuat hingga mampu menjadi bagian dari kehidupan penggunanya.

Workshop Ammar Kaayu - Sumber: Instagram Ammar Kaayu


Mengenal Ammar Kaayu dari Bandung

Kebutuhan itulah yang membuat Ammar Kaayu sangat pantas untuk mendapatkan perhatian.

Berlokasi di Bandung, Ammar Kaayu adalah workshop yang bergerak dalam bidang pembuatan furniture custom sekaligus solusi interior. Layanannya tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan hunian, tetapi juga berbagai kebutuhan ruang komersial.

Konsepnya cukup relevan dengan kebutuhan rumah masa kini. Sebab, rumah modern tidak selalu memiliki ukuran yang luas. Justru pada ruang yang terbatas, furniture perlu dirancang dengan lebih cermat agar fungsi dan estetika tetap berjalan bersama.

Di sinilah juga Ammar Kaayu yang memberikan jasa interior desain Bandung dan furniture custom  melengkapi untuk berbagai kebutuhan ruang di dalam rumah.

Desain menentukan bagaimana ruang terlihat, sementara furniture membantu menerjemahkan kebutuhan penghuni ke dalam bentuk yang nyata.

Pembuatan Kitchen Set Bandung
Sumber: Instagram Ammar Kaayu

Dari Dapur hingga Ruang Keluarga

Salah satu ruang yang paling membutuhkan furniture sesuai kebutuhan adalah dapur. 

Ukuran dapur, posisi kompor, tempat mencuci, penyimpanan peralatan, hingga kebiasaan memasak setiap keluarga tentu berbeda.

Karena itulah, jasa pembuatan kitchen set Bandung Ammar Kaayu yang membuat pesanan secara custom dapat membantu menciptakan dapur yang lebih sesuai dengan ruang sekaligus aktivitas penggunanya.

Begitu juga dengan ruang keluarga.

Backdrop televisi, misalnya, tidak harus hanya menjadi tempat meletakkan televisi. Dengan desain yang tepat, area tersebut dapat sekaligus menjadi bagian dari interior dan ruang penyimpanan.

Untuk kebutuhan seperti ini, Ammar Kaayu juga menyediakan jasa pembuatan backdrop TV kayu yang dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menghadirkan elemen kayu menyatu dengan suasana ruangan.

Kemudian ada juga kamar tidur.

Daripada membiarkan sudut ruangan tidak termanfaatkan atau menggunakan lemari yang ukurannya tidak sesuai, Ammar Kaayu sebagai penyedia jasa pembuatan lemari pakaian custom Bandung dapat merancang berdasarkan ukuran dan kebutuhan kamar.

Terasa sangat sederhana, padahal detail-detail seperti inilah yang seringkali bisa membuat sebuah rumah terasa lebih personal.

Jasa Custom Furniture Bandung
Kebutuhan Rumah Minimalis
Sumber: Instagram Ammar Kaayu

Rumah Minimalis Tidak Harus Kehilangan Karakter

Konsep minimalis semakin banyak diterapkan pada hunian masa kini. Namun, minimalis bukan berarti rumah harus kosong atau malah tidak memiliki karakter.

Justru karena ruangnya terbatas, setiap furniture perlu dipilih dengan lebih bijaksana.

Beberapa contoh interior rumah minimalis Bandung, misalnya, furniture yang membuat ruangan terasa lebih lapang tanpa menghilangkan fungsi yang dibutuhkan penghuninya karya Ammar Kaayu dapat dilihat pada Instagram-nya.

Tidak semua sudut harus dipenuhi furniture.

Tidak semua benda harus dimiliki.

Kadang, kita hanya perlu memilih apa yang benar-benar dibutuhkan dan menempatkannya dengan tepat.

Di sinilah Ammar Kaayu dapat menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan ruang yang sederhana, fungsional, sekaligus memiliki karakter sesuai dengan tujuannya yaitu menjadi penyedia jasa pembuatan furniture kayu berkualitas Bandung dan furniture custom.

Interior Desain Bandung
Furniture Custom
Sumber: Instagram Ammar Kaayu

Karena Rumah Seharusnya Bercerita Tentang Penghuninya

Pada akhirnya, memiliki furniture paling mahal atau mengikuti semua tren interior bukanlah standar dari rumah yang nyaman. Sebab rumah yang nyaman adalah rumah yang memahami kebutuhan penghuninya.

Ada meja yang dibuat karena seseorang senang bekerja sambil menikmati kopi, lemari yang dirancang agar barang-barang keluarga lebih mudah disimpan, kitchen set yang membuat kegiatan memasak terasa lebih menyenangkan, serta ada pula furniture kayu yang mungkin terlihat sederhana, tetapi perlahan menjadi saksi kehangatan percakapan, tawa, dan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ketika seseorang mencari Ammar Kaayu sebagai penyedia jasa custom furniture Bandung, maka dapat dipastikan mereka tidak hanya mencari sekadar pembuat furniture. Mereka sedang mencari cara untuk membuat ruang yang dimilikinya terasa lebih dekat dengan dirinya.

Sebab, rumah tidak harus menjadi yang paling besar untuk terasa nyaman. Kadang, ia hanya rumah yang setiap sudutnya mengerti kebutuhan penghuninya.

Dan mungkin, di situlah rumah mulai bercerita.

Bercerita tentang siapa kita, bagaimana kita menjalani hari, dan hal-hal sederhana yang membuat kita selalu ingin pulang.

Amplop Cokelat yang Tidak Pernah Tersesat
Sebuah perjalanan dari Denting Piano menuju Indscript Creative.

Dari naskah "Denting Piano" yang dikirim ke Majalah Bobo hingga menjadi penulis, editor, dan mentor. Inilah perjalanan saya bersama Indscript Creative yang mengubah mimpi menjadi inspirasi.

"Ada mimpi yang tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya diam, menunggu kita cukup berani untuk memanggilnya kembali."

Saya tidak ingat kapan pertama kali jatuh cinta pada dunia menulis, tetapi saya ingat, sejak kecil saya sangat suka menuliskan cerita.

Sekitar tahun 1989, saat itu saya berusia delapan atau sembilan tahun. Saya duduk di depan sebuah mesin ketik dan mulai mengetik sebuah cerita pendek pertama saya dengan judul: Denting Piano.

Saat ini saya tidak lagi mengingat seluruh isi ceritanya. Namun, saya masih mengingat setiap prosesnya. Suara tuts mesin ketik yang ditekan oleh jemari kecil saya dan lembar demi lembar kertas yang saya lipat sendiri dengan hati-hati.

Amplop cokelat yang saya rekatkan dengan penuh harapan. Lalu tulisan tangan kecil saya yang berusaha menyalin alamat tujuan.

Redaksi Majalah Bobo. PO BOX...

Saat itu belum ada internet.

Belum ada email.

Belum ada tombol submit.

Kalau ingin mengirimkan sebuah cerita, kita benar-benar harus mempercayakannya kepada kantor pos.

Dan saya melakukannya sendirian. Tidak ada yang mendampingi. Tidak ada yang mengetahui...

Bahkan hingga hari ini, saya rasa tidak ada seorang pun yang tahu bahwa seorang anak perempuan pernah diam-diam mengirimkan naskah pertamanya ke sebuah majalah anak-anak.

Saya memang lebih banyak tumbuh bersama nenek daripada kedua orang tua. Mungkin karena itulah saya sudah terbiasa melakukan banyak hal sendirian. Termasuk menjaga mimpi saya sendiri melalu menulis dan menggambar. Dua kegiatan itu menjadi ruang kecil yang selalu saya miliki. Tempat saya bisa menjadi diri sendiri tanpa harus menunggu siapa pun percaya bahwa mimpi itu layak diperjuangkan.

Hari ini, ketika mengingat kembali peristiwa itu, saya baru menyadari satu hal.

Ternyata, amplop cokelat itu tidak pernah tersesat.

Ia hanya membutuhkan waktu puluhan tahun untuk sampai ke tujuan yang sebenarnya.

Blogger 2005

Ternyata, Mimpi Tidak Pernah Benar-Benar Hilang

Waktu terus berjalan. Saya pun bertumbuh menjalani masa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Menulis puisi-puisi pendek ketika SMA, lalu sibuk menjalani berbagai peran sebagai perempuan, istri, ibu, dan pekerja.

Namun ternyata, tulisan tidak pernah benar-benar meninggalkan saya. Ketika internet mulai menjadi bagian dari kehidupan, saya menemukan rumah kecil berikutnya.

Sebelum mengenal Blogger, saya aktif menulis di Multiply, sebuah platform yang pada masanya menjadi ruang favorit banyak orang untuk berbagi cerita. Ketika Multiply akhirnya berhenti beroperasi, saya pun berpindah ke Blogger dan terus menulis hingga hari ini.

Tanggal 22 Juni 2005. Yak, tanggal ini menjadi salah satu tanggal yang sangat berarti dalam perjalanan saya. Hari itu saya menekan tombol Publish untuk pertama kalinya di blog pribadi.

Sapaan pembuka yang saya tulis sangat sederhana.

"Hi... welcome to my blog..."

Saya hanya ingin berbagi cerita. Tentang keluarga kecil saya, tentang menjadi seorang ibu, tentang anak-anak, tentang pekerjaan, tentang kehidupan sehari-hari yang mungkin terlihat biasa bagi orang lain, tetapi terasa begitu berharga bagi saya.

Saat itu saya tidak sedang membangun personal branding maupun mengejar jumlah pembaca. Saya hanya ingin menyimpan cerita.

Baru hari ini saya menyadari bahwa tulisan-tulisan sederhana itu diam-diam sedang menempa saya menjadi seorang blogger.

Lebih dari itu... Tulisan sedang diam-diam menyiapkan masa depan saya.

Saya juga mulai aktif menulis berbagai artikel dan mengikuti puluhan buku antologi. Tanpa saya sadari, setiap tulisan yang saya buat adalah latihan kecil yang mempersiapkan saya untuk perjalanan yang jauh lebih besar.

Dulu saya mengira saya hanya sedang menulis catatan harian, tetapi hari ini saya sadar, ternyata saya sedang menulis jejak perjalanan hidup.

I Love My Job

Ketika Menulis Menemukan Jalan Pulang

Tahun 2018 menjadi salah satu titik balik terbesar dalam hidup saya.

Menariknya, jalan yang saya pilih bukan langsung menjadi penulis. Saya justru jatuh cinta pada dunia editing naskah.

Terlahir dari rasa penasaran saya tentang bagaimana sebuah tulisan dipoles tanpa menghilangkan suara penulisnya. Tentang bagaimana sebuah ide yang masih mentah bisa berubah menjadi buku yang layak dibaca banyak orang.

Buku pertama yang saya edit berjudul Indigo Mencari Tuhan karya Sunarto W. Samudro.

Saya belum tahu bahwa satu naskah tersebut akan membuka pintu menuju perjalanan panjang yang mengubah hidup saya. Namun, semakin banyak belajar, saya semakin memahami bahwa dunia literasi bukan hanya tentang penulis. Di balik sebuah buku ada editor, proofreader, desainer, layouter, hingga penerbit yang bekerja dengan sepenuh hati agar sebuah gagasan dapat sampai kepada pembaca dalam bentuk terbaiknya.

Bersama Teh Indari Mastuti - Founder Indscript Creative


Rumah Itu Bernama Indscript Creative

Sekitar tahun 2019, saya mulai mengenal Indscript Creative.

Awalnya sederhana. Saya hanya ingin belajar bisnis.

Saya mengenal sosok Indari Mastuti sebagai penulis sekaligus pebisnis kreatif yang telah lama berkecimpung di dunia literasi. Dan saya pun berpikir, mungkin saya bisa belajar bagaimana membangun sebuah usaha yang bertumbuh. Namun ternyata saya menemukan sesuatu yang jauh lebih besar. Saya merasa seperti menemukan rumah yang bahkan sebelumnya tidak saya sadari sedang saya cari.

Di Indscript Creative, saya melihat bahwa dunia literasi tidak dibangun dengan semangat saling bersaing, tetapi saling bertumbuh. Terlebih lagi dengan luasnya bisnis Indscript, termasuk jasa penulisan penulisan buku, agensi copywriting, jasa konten website, hingga penerbitan buku indie. Penulis, editor, blogger, copywriter, hingga berbagai profesi kreatif seperti ghostwriter profesional, dipertemukan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Saya benar-benar merasakan arti sebuah komunitas penulis perempuan yang tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membuka peluang bagi anggotanya untuk berkembang. 

Kesempatan pertama saya datang melalui program One Day One Article (ODOA) dan saya mengikutinya tanpa ekspektasi berlebihan, hanya ingin menulis sebaik dan sekonsisten mungkin.

Alhamdulillah, saya dipercaya menjadi Blogger Terbaik.

Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sebuah penghargaan. Namun bagi saya, penghargaan itu terasa seperti jawaban atas doa seorang anak kecil yang pernah diam-diam mengirimkan naskah ke Majalah Bobo.

Seolah semesta sedang berbisik,

"Mimpimu belum terlambat."

Pengalaman tersebut pun membuka begitu banyak kesempatan bagi saya.

Saya mulai dipercaya mengerjakan berbagai proyek artikel melalui agensi penulis Indscript. Saya pun belajar bahwa tulisan bukan hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan menggerakkan orang untuk peduli pada sebuah isu.

Perjalanan itu pun terus berkembang. Saya dipercaya menjadi editor berbagai buku antologi, naskah imiah, menjadi asisten Teh Indari Mastuti berbagi ilmu kepada penulis lewat kelas privat dan bahkan mengedit naskah buku tulisan Teh Indari Mastuti yang akan terbit.

Setiap naskah selalu mengajarkan hal yang sama: bahwa editor bukanlah orang yang mengubah suara penulis. Editor adalah orang yang membantu suara itu terdengar lebih jernih.

Saya juga mengikuti berbagai kelas menulis Indscript yang memperkaya wawasan serta kepercayaan diri saya. Bukan hanya sebagai penulis, tetapi juga sebagai editor, mentor, dan pelaku industri kreatif. Salah satu kelas menulis Indscript yang saya ikuti adalah kelas menulis buku biografi di mana Teh Indari Mastuti yang telah lama berkecimpung dalam jasa tulis biografi secara langsung membagikan ilmunya dengan rinci kepada para peserta.

From Writing to Inspiring 

Dari Menulis Menjadi Menginspirasi

Kalau dulu saya membantu orang lain melahirkan buku-bukunya, perlahan saya juga belajar melahirkan buku saya sendiri.

Pada Oktober 2020, saya menerbitkan novelet duet pertama berjudul Cinta Dua Dimensi bersama Sunarto W. Samudro.

Buku itu terasa sangat istimewa.

Bukan semata karena akhirnya nama saya tercetak sebagai penulis, tetapi karena saya menyadari bahwa perjalanan saya telah berputar begitu jauh. 

Dulu saya membantu memperbaiki naskah orang lain, tetapi kini saya juga belajar mempercayakan cerita saya sendiri kepada pembaca.

Setahun kemudian lahirlah Emak Berbisnis, sebuah buku yang saya tulis sebagai panduan sederhana bagi perempuan yang ingin memulai usaha dari rumah atau dari mana pun mereka berada.

Saya percaya bahwa perempuan tidak harus menunggu keadaan sempurna untuk mulai berkarya dan semangat ini saya dapatkan dari Teh Indari Mastuti sebagai wanita yang sangat menginspirasi saya baik dalam dunia literasi maupun dunia bisnis.

Tahun 2023, saya memilih membuka halaman yang lebih personal melalui Dear You, sebuah karya bergenre faksi yang berisi serpihan pengalaman hidup saya sendiri. Menulis buku Dear You seperti berdamai dengan masa lalu, kemudian lahirlah sisi lain dalam diri saya.

Saya kembali menikmati dunia fiksi melalui serial novel romansa remaja Yoda–Harum.

Hug Me terbit pada Januari 2024, disusul Kiss Me pada Mei 2025. Dan saat artikel ini saya tulis, seri ketiganya masih dalam proses penyelesaian.

Pada April 2026 lalu, saya juga menerbitkan Me and Pras: Perjalanan Spiritual dan Penyembuhan sebuah buku yang lahir dari perjalanan cinta, penyembuhan, dan pertumbuhan yang saya alami bersama pasangan saya.

Sampai hari ini saya juga telah menulis puluhan buku antologi dan ratusan artikel di berbagai media.

Melihat deretan karya itu hari ini, saya sering tersenyum sendiri.

Karena semuanya berawal dari seorang anak perempuan yang dulu mengetik cerita berjudul Denting Piano.

Me and Me 💓

Amplop Cokelat Itu Akhirnya Sampai

Banyak orang bertanya kepada saya tentang cara menulis buku untuk pemula dan dulu mungkin saya akan menjawab dengan teknik, struktur, atau langkah-langkah praktis.

Hari ini jawaban saya jauh lebih sederhana, sebagaimana yang selalu dikatakan juga oleh Teh Indari Mastuti: "Mulailah dari satu kalimat, lalu lanjutkan".

Karena saya pernah menjadi anak kecil yang hanya memiliki sebuah mesin ketik, selembar kertas, amplop cokelat, dan keberanian untuk mengirimkan sebuah cerita.

Saya tidak pernah membayangkan bahwa puluhan tahun kemudian saya akan menjadi blogger, editor, penulis, mentor, sekaligus bertemu begitu banyak orang baik dan hebat melalui Indscript Creative.

Kadang saya membayangkan...

Bagaimana jika suatu hari saya bisa kembali bertemu dengan anak perempuan berusia delapan tahun yang sedang sibuk mengetik Denting Piano di depan mesin ketik tua itu.

Saya pasti tidak akan mengatakan bahwa hidupnya akan selalu mudah. Karena memang tidak! Saya juga tidak akan mengatakan bahwa semua mimpinya akan segera terwujud. Karena itu pun tidak!

Saya hanya ingin memeluknya pelan, lalu berkata,

"Terima kasih karena sudah berani mengirimkan cerita itu."

"Terima kasih karena tidak berhenti menulis, meski sering merasa berjalan sendirian."

"Terima kasih karena tetap percaya bahwa kata-kata memiliki arti."

Karena tanpa keberanian kecilmu hari itu... tidak akan ada blog yang bertahan lebih dari dua puluh tahun. Tidak akan ada puluhan buku antologi dan ratusan artikel. Tidak akan ada Cinta Dua Dimensi, Emak Berbisnis, Dear You, serial Yoda–Harum, ataupun Me and Pras. 

Dan bahkan mungkin...

Saya tidak akan pernah menemukan rumah yang bernama Indscript Creative.

Hari ini saya percaya, tema Milad ke-19 Indscript Creative, "From Writing to Inspiring", bukan sekadar slogan. Ia adalah perjalanan. Perjalanan seorang anak perempuan yang pernah mengirimkan mimpinya melalui sebuah amplop cokelat.

Mungkin beginilah bentuk amplop yang dulu saya kirim
Dan ternyata...

Amplop itu tidak hanya mengirim sebuah cerita.

Ia sedang mengirimkan masa depan saya sendiri.

"Terima kasih sudah berjalan bersama saya hingga akhir cerita. Mungkin, setiap mimpi memang memiliki waktunya sendiri untuk sampai."



15 Tahun Indscript Creative Semakin Gemilang
15 Tahun Indscript Creative - Sumber: Indscript Creative

Tepat pada tanggal 8 September 2022 lalu, Indscript Creative berusia 15 tahun. Telah banyak kontribusi yang diberikan Indscript Creative kepada masyarakat umum terutama para perempuan, dari jasa penulisan hingga dukungan mengembangkan potensi diri serta bisnis.

Pada usianya yang ke-15 tahun ini, Indscript Creative semakin gemilang. Dengan tagline: Sahabatmu Mewujudkan Mimpi, Indscript Creative terus melakukan inovasi dan pengembangan-pengembangan untuk memberikan manfaat yang lebih banyak lagi kepada masyarakat luas.

Mengenal Indscript Creative

Indscript Creative, berdiri pada tanggal 8 September 2007. Selama 15 tahun, Indscript Creative telah konsisten dalam dunia jasa kepenulisan yang menyediakan konten berbagai kebutuhan, baik korporasi maupun perorangan.

Visi Indscript Creative:

1. Menjadi perusahaan jasa penulisan story telling yang membantu berbagai perusahaan untuk menyampaikan pesan yang mengedukasi namun dengan pola yang menyenangkan (entertaining).
2. Menjadi perusahaan yang mengedukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya story telling dalam bisnis.

Misi Indscript Creative:

1. Mengoordinasikan kebutuhan penulisan yang menguatkan hubungan sedekat persahabatan.
2. Menghasilkan tulisan yang berkualitas dan membantu para klien untuk mendekatkan diri pada pasar yang dituju.
3. Menjadi partner berbagai perusahaan dalam melakukan kampanye melalui story telling yang bisa meningkatkan branding dan selling.

 Jasa yang disediakan Indscript Creative meliputi:

1. Jasa liputan blogger Indscript
2. Jasa penulisan artikel
3. Jasa pembuatan company profile
4. Jasa penulisan ghost writer
5. Jasa penulisan dan desain bahan promosi
6. Jasa buku antologi untuk expert
7. Jasa pembuatan dan penulisan konten website
8. Jasa pembuatan dan optimasi blog
9. Jasa pembuatan story telling perjalanan
10. Jasa pendampingan penulisan buku solo

Tidak hanya jasa dalam kepenulisan, Indcript Creative juga memiliki kelas bisnis dan komunitas di antaranya:

Kelas binis Indscript Crative:

1. Kelas Naik Omzet di WhatsApp (NOW)
2. Kelas Reparasi Bisnis
3. Kelas Sekolah Reseller
4. Kelas Bikin Kolam Konsumen

Komunitas Indscript Creative:

1. Ibu-Ibu Doyan Bisnis, yaitu komunitas yang mewadahi para perempuan untuk belajar tentang bisnis.
Komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis
Komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis - Sumber: Telegram IIDB

2. Ibu-Ibu Doyan Nulis, yaitu komunitas yang berisikan para perempuan yang suka menulis dan ingin belajar menulis.
Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis
Ibu-Ibu Doyan Nulis - Sumber: Facebook IIDN

3. Zilenial Power Indscript, yaitu komunitas ruang belajar bagi generasi milenial bersama para guru dan dosen
Komunitas Zilenial Power
Zilenial Power - Sumber: Telegram Zilenial Power

Indscript Creative juga menaungi sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Sekolah Perempuan yang berdiri pada tanggal 17 Agustus 2013. Sekolah Perempuan banyak menangani berbagai kegiatan sosial Indscript Creative, dari yang bersifat gratis hingga yang bersubsidi. Penyelenggaraan kegiatan sosial seperti kelas menulis, kelas bisnis, hingga kelas bagi anak-anak tidak mampu.

Sekolah Perempuan Indscript
Sekolah Perempuan Indscript - Sumber: Landing Page Indscript Creative

Indari Mastuti, Wanita Tangguh Di Balik Indscript Creative

Di balik Indscript Creative yang semakin gemilang di usianya ke-15 tahun, ada seorang wanita tangguh yang sosoknya begitu energic dan selalu membagikan vibrasi positif kepada semua orang. 

Dialah Indari Mastuti, sang founder, yang telah berhasil membawa Indscript Creative hingga menjadi perusahaan jasa terpercaya. 

Indari Mastuti sudah mulai menulis artikel di media cetak sejak tahun 1996. Pada tahun 2004, Indari menjadi penulis buku dan pada tahun 2005 ia mulai bergabung di Kompas Gramedia sebagai penulis.

Dari hobi menulis diary, hingga terkenal sebagai penulis buku biografi yang mempunyai penghasilan puluhan juta, hingga ratusan buku bisnis "guidance books", yang sudah ia tulis dan terbitkan.

Selain sebagai penulis, Indari Mastuti merupakan seorang mentor bisnis yang telah banyak membantu para perempuan khususnya ibu rumah tangga untuk mengembangkan bisnisnya baik secara online maupun offline.


Indari Mastuti
Indari Mastuti - Sumber: Website indarimasuti.id


Sungguh luar biasa bagaimana sosok Indari Mastuti membawa hingga usia ke-15 Tahun Indscript Creative. 

Baca juga: Indari Mastuti Dari Hobi Menulis Hingga Menjadi Profesi
Acara Puncak Milad Indscript Creative ke-15
Acara Puncak Milad 15 Tahun Indscript Creative - Sumber: Telegram Indscript Creative


Acara Puncak Milad 15 Tahun Indscript Creative

Acara puncak milad 15 tahun Indscript Creative digelar live di Instagram pada tanggal 10 September 2022 dan dihadiri oleh Founder Indscript Creative, Indari Mastuti serta para CEO-nya, yaitu:

Ruri Andriani - LAAF (Learn All About Facebook)
Yaya Yanti - IFS (Instagram For Selling)
Novi Arianti - OPTIMA (Optimasi Tiktok Marketing)
Sari Agustia - BESTIE (Belajar Nulis Cerita Fiksi)
Yuni Ummu Wafi - VIEW (Video Editing With You)
Euis Marlina - ABCD (Asyiknya Belajar Canva Design)

Acara dimulai pada pukul 07.00 WIB dibuka oleh host Indscript Creative, yaitu Yulia Rachmawati dan diawali oleh sambutan dari Indari Mastuti selaku Founder Indscript Creative kemudian dilanjutkan pemberian materi oleh para CEO sebagai narasumber.

Selain ilmu dan motivasi yang didapatkan dari acara puncak Indscript Creative, tentunya acara ini juga bertabur GA (giveaway) yang diberikan di sela-sela acara.

Sebelum acara puncak digelar, telah diselenggarakan juga kompetisi menulis yang berkonsep ODOA (One Day One Article) yang berlangsung sejak tanggal 4 Agustus-4 September 2022 dengan hadiah jutaan rupiah.

Semoga di usia ke-15 tahun ini, Indscript Creative semakin menebarkan banyak manfaat kepada masyarakat dengan semua programnya, makin berkembang dengan inovasi-inovasinya, makin jaya dan gemilang baik saat ini dan di masa yang akan datang.

Baca juga: Indscript Creative, Menjadi Sahabat Mewujudkan Mimpi

Indari Mastuti Tips Menulis Jadi Profesi
Sumber: Indari Mastuti Blog


Menulis menjadi profesi, tentunya merupakan impian bagi seorang penulis. Namun, banyak juga di antara penulis yang menganggap hal tersebut sulit untuk dicapai bahkan mustahil untuk mencapainya. Ada yang belum mencapai ke sana karena tidak dapat melihat peluang yang ada, tetapi banyak juga yang memang “beralasan” dan tidak mau menjalankan proses.

Melanjutkan artikel saya sebelumnya tentang hobi nulis hingga menjadi profesi, kali ini saya akan membagikan tips bagaimana caranya agar menulis dapat menjadi sebuah profesi ala Indari Mastuti, founder Indscript Creative. 

10 TIPS AGAR MENULIS JADI PROFESI 


1. Bangun Mimpi
Tanyakan kepada diri sendiri. Apakah saya punya mimpi untuk dapat berprofesi jadi penulis dan berapa penghasilan yang ingin didapatkan dari profesi menulis? 

“Membangun mimpi itu sangat penting, dari mimpi inilah akan terwujud semangat dan motivasi diri untuk lebih giat berusaha. Salah satu contohnya adalah, ingin berpenghasilan 10 juta dari menulis, maka kita akan terpacu untuk mencapainya,” ucap Indari Mastuti pada online meeting program ODOA Indscript Creative.

2. Konsisten
Konsisten untuk apa? Jelas konsisten untuk latihan menulis dengan tujuan meningkatkan kualitas tulisan. Karena yang akan dijual adalalah tulisan, penting sekali untuk berlatih menulis agar makin mahir.

Seperti program ODOA atau One Day One Article yang diadakan oleh Indscript Creative. Program selama 30 hari ini dirancang agar penulis konsisten dan tentunya mengasah skill menulis serta menaikkan kualitas tulisan.

3. Cari Celah
Pandai mencari celah atau peluang pekerjaan apa saja yang mampu dilakukan yang sesuai dengan skill. 

“Di Indscript Creative, banyak sekali peluang yang dapat diambil. Misalnya dari penulis artikel ternyata bisa juga untuk mencoba menjadi layouter, juga desain cover buku,” jelas Indari Mastuti.

4. Terus Belajar
Terus belajar untuk menambah kemampuan. Seperti pada poin 3, bahwa banyak celah di dunia kepenulisan dan penulis akan tertinggal dengan rekan lainnya jika tidak ada kemauan untuk belajar.

5. Berani
Berani mencoba hal-hal baru. Salah satu contohnya adalah, dalam program ODOA yang diadakan Indscript Creative, pesertanya selalu diminta untuk membuat artikel dengan berbagai topik. Mulai kesehatan, kehamilan, perbankan, kecantikan, sampai kelas bisnis. Jangan menghindari topik-topik yang dirasakan kurang dipahami, tetapi cobalah untuk tetap menuliskannya menjadi sebuah artikel. Karena hal tersebut akan membuat penulis menguasai berbagai bidang atau bahan penulisan.

“Nambah lagi ilmu dengan belajar menulis berbagai topik,” imbuh Indari Mastuti.

6. Bangun Portfolio
Bangun dan terus perbaharui portofolio karya-karya tulisan yang telah dibuat. Indari Mastuti sendiri menganjurkan untuk menggunakan fasilitas landing page Tribelio untuk membuat portfolio. 

Indari Mastuti menjelaskan, bahwa Indscript Creative menggunakan Tribelio Page untuk program-program kelasnya. Penulis juga sangat dianjurkan untuk membuat landing page untuk memudahkan client melihat profile serta portfolio para penulis Indscript.

Contoh landing page Tribelio di sini 

7. Miliki Target yang Jelas
Sebagai penulis harus mempunyai target yang jelas, berapa lama akan mencapai impian, berapa banyak penghasilan yang ingin didapatkan.

8. Libatkan Tim
Ketika akhirnya pekerjaan sudah banyak, sangat perlu untuk menyiapkan tim pendukung. Misalnya saja ketika order tulisan sudah mencapai 10-20 artikel per hari, tentunya akan perlu orang lain untuk membantu pekerjaan pembuatan artikel tersebut sehingga dapat selesai deadline 20 artikel per hari.

Baca juga: Rahasia Konsisten Menulis dengan Mengikuti Program ODOA


Sebagai tambahan, saya menyarankan teman-teman untuk mengikuti kelas-kelas menulis seperti kelas menulis bareng dengan hasil buku antologi ataupun kelas blog dan kelas terbaru dari Indscript Creative yaitu kelas menulis artikel. 

Selain itu, cobalah untuk mulai memikirkan membuat buku solo (buku karya sendiri). Untuk langkah awal bisa menggunakan jasa indie publisher untuk menerbitkan buku. 

“Nggak perlu risau kalau buku terbitnya bukan di penerbit mayor, tetapi di indie publisher. Karena dari pendapatan juga hasilnya yang menentukan bukan penerbit mayor atau indie publisher, tetapi dari penulis sendiri, jago nggak jualan bukunya,” kata Indari Mastuti menyemangati peserta dalam online meeting.

Baca juga: Indari Mastuti Dari Hobi Menulis Hingga Menjadi Profesi 

Indari Mastuti
Sumber: Indscript Creative

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh saya, kalau dari hobi menulis bisa menjadi sumber penghasilan bahkan bisa menjadi sebuah profesi yang dapat berpenghasilan jutaan, puluhan juta, hingga ratusan juta.

Sejak usia dini sudah dibiasakan “berteman” dengan buku. Mulai menulis sejak usia SD dan mencoba mengirimkan naskah ke Majalah Bobo yang saat itu merupakan bacaan yang sangat populer untuk anak-anak. Hobi menulis ini pun berlanjut hingga di jenjang SMA sampai akhirnya ketika zaman kerja pada tahun 2004 mulai menulis di blog.

Namun, saat itu memang sama sekali tidak pernah terpikirkan untuk mencari komunitas literasi dan tidak terbayang bahwa hobi menulis tersebut bisa menghasilkan dan menjadi sebuah profesi hingga bertemu sebuah indie publishier dan saya menerbitkan sebuah buku berjudul Emak Berbisnis.

DARI HOBI MENULIS HINGGA MENJADI PROFESI

Berjumpa pertama kali dengan Komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis yang biasa disebut dengan IIDB, lewat sebuah kelas bisnis bernama BOW (Bimbingan Optimasi WhatsApp) yang diselenggarakan oleh Indscript Creative. 

Dari kelas BOW-lah, saya mengenal sosok Founder Indscript Creative, Indari Mastuti, yang merupakan seorang penulis dan pebisnis yang sukses. Sosok Indari Mastuti yang begitu energik dan dapat memotivasi para perempuan untuk lebih aktif lagi untuk berkarya membuat saya kagum.

Dalam sebuah online meeting, Indari Mastuti mengatakan, bahwa untuk menjadi penulis dengan penghasilan ratusan juta seperti saat ini, membutuhkan proses yang panjang dan tentunya membutuhkan kerja keras. 

“Dari hobi saya menulis diary, hingga terkenal sebagai penulis buku biografi yang mempunyai penghasilan puluhan juga, hingga ratusan buku bisnis “guidance books”, yang sudah saya tulis dan terbitkan, semuanya itu tidak instan atau terjadi begitu saja,” imbuhnya.

Indari Mastuti sudah mulai menulis artikel di media cetak sejak tahun 1996. Pada tahun 2004, Indari menjadi penulis buku dan pada 2005 beliau mulai bergabung di Kompas Gramedia sebagai penulis.

“Pertama kali menerbitkan buku lewat indie publisher dan memang nggak perlu malu jika buku diterbitkannya bukan oleh penerbit mayor. Karena terbit lewat indie publisher maupun penerbit mayor, suksesnya penjualan buku ditentukan juga oleh penulisnya,” kata Indari Mastuti. 

Pada tahun 2007 Indari Mastuti mulai mendirikan Inscript Creative. Bisnisnya bergerak dalam bidang jasa penulisan yang mengerjakan berbagai macam hal, dari mencarikan penulis hingga menyalurkan naskah untuk para penerbit.

Berlanjut pada tahun 2009, Indari diminta menjadi penulis biografi oleh Penerbit Mizan untuk menuliskan kisah Owner Browines Amanda. 

“Sejak itulah, banyak peluang-peluang yang datang kepada saya,” ucap Indari Mastuti.

Tahun 2010, Indari Mastuti membangun IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) dan IIDB (Ibu-Ibu Doyan Bisnis) untuk berbagi dan mengajak para perempuan agar lebih aktif dan semangat untuk berpenghasilan dari rumah. IIDN, yang dilahirkan pada 24 Mei 2010 ini, sekarang sudah memiliki 22.3 ribu anggota dan IIDB yang dilahirkan pada tahun 2011, kini telah memiliki 135 ribu anggota.

Tahun 2012, Indscript Creative menjadi penyedia kebutuhan konten ke lini business to business di seluruh Indonesia.

Tidak sampai di situ saja, pada 17 Agustus 2013, Indari Mastuti mendirikan Sekolah Perempuan, dengan misi melahirkan lebih banyak lagi penulis perempuan. Tahun 2014 Indscript Creative melakukan pengembangan dengan menyediakan jasa konsultasi, training, mentoring, dan penyedia job. Tahun 2005 Indscrip Creative mulai masuk ke dunia ritel penjualan buku.

“Karena kami juga harus mengajarkan agar penulis bisa menjual buku karyanya sendiri. Penulis juga harus jago berbisnis, karena kedua hal tersebut bersinergi,” ujar Indari Mastuti.

Kini, Indscript Creative menjadi penyedia all in one service copywriting. Lima belas tahun perjalanan Indari Mastuti untuk memajukan Indscript Creative hingga pencapaian sukses saat ini.

Sukses Itu Berproses

Menilik dari demikian panjangnya proses perjalanan seorang Indari Mastuti, dari hobi menulis hingga bisa menjadi profesi, semua itu tidak terlepas dari keseriusan dalam menjalani proses tersebut.

“Jangan malas untuk berproses dan seriuslah dalam menulis juga dalam belajar. Karena semua itu jika dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil yang manis,” pesan Indari Mastuti kepada para penulis yang ingin berpenghasilan dan menjadikan menulis sebagai profesi.

Baca juga: Belajar Naikin Omzet Bisnis Bersama Mentor Kece Indari Mastuti 


Nah, untuk teman-teman yang punya hobi nulis. Mari mencoba untuk menyalurkan hobi menulis yang dimiliki menjadi sebuah peluang yang bisa menghasilkan dan menjadi profesi :)

Older Posts Home

AUTHOR

My photo
Haning Arum S.
Ibu tiga anak yang mempunyai latar belakang beragam. Merintis beberapa usaha dan memulai pekerjaan sebagai editor pada tahun 2016 lalu. Tinggal di Cibubur Jakarta Timur. Saat ini, mempunyai kegiatan sebagai MomPreneur, penulis, editor, makeup artist dan menjadi mentor di kelas-kelas menulis dan makeup.
View my complete profile

FOLLOW MY FACEBOOK PAGE

POPULAR POSTS

  • Mengatasi Morning Sickness dengan Hipnoterapi dan Menjaga Pola Makan
    Sumber: Dokumen Pribadi "Selamat, Anda hamil!" Wow, berjuta rasanya ketika dokter mengatakan hal tersebut kepada Moms dan suami a...
  • Membangun Kecerdasan dan Kreativitas Anak Lewat Ekstrakurikuler Robotic
    Membangun Kecerdasan dan Kreativitas Anak Lewat Ekstrakurikuler Robotic - Sumber: Anatta Sannai Kecerdasan dan kreativitas seora...
  • Yayasan PKP JIS Cetak Generasi Emas Bangsa Lewat Kegiatan Robotik
    Piala Kejuarnas Bllitar Tim Robotic MTs. PKP JIS - Sumber: Dokpri  Perkembangan zaman saat ini menuntut masyarakat untuk dapat menyesuaikan ...
  • Survey TK Islam & Umum Cibubur Dsk - Part One
    Tiba waktunya untuk Manda cari2 TK untuk Kk, Karena Papanda nya ingin Kk dimasukkan TK Islam maka survey berikut sebagian besar adalah TK Is...
  • Ngopi Santai dan Nikmat Bersama Luwak White Koffie
    Everyday Coffee - Sumber: Dokumen Pribadi Siapa pecinta kopi di sini, tunjuk tangaaann ... :D Hai semua, kali ini Ibu sebagai co...
  • Info Kursus Menembak
    Info Kursus Menembak - Sumber: Lovhana Setelah sekian lama rencana ikutan latihan menembak tertunda, akhirnya  hari Sabtu lalu (...
  • Arti BIRADS Pada Pemeriksaan USG
    Sumber: Dokumen pribadi Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan Maret saya merasakan rasa cenut-cenut di kedua payudara hingga ketiak. A...
  • Dukung Literasi Anak, Yayasan PKP JIS Sediakan Perpustakaan yang Nyaman
    Dukung Literasi Anak - Sumber: Dokumen Pribadi Di antara orang tua pasti ada yang pernah mengeluhkan mengenai anaknya yang malas...
  • Lovhana's 4th B'Day
    Ultah si Kk ke 4 ini lebih banyak cerita sedihnya L pernak pernik ultah seperti cake dan goodybag yang rencananya akan digarap sendiri oleh ...
  • Tips Sukses Interview
      Tips Sukses Interview - Sumber: Dokumen pribadi Hai temans, pada kesempatan ini, saya ingin share sedikit tips untuk kalian yang mau menja...

Categories

  • All About Tumor & Cancer
  • Aneka Tips
  • Beauty and Makeup
  • Bisnis dan Keuangan
  • Books
  • Buku Emak Berbisnis
  • Digital Marketing
  • Fashion
  • Hukum
  • Human Resource
  • Indscript Creative
  • Info
  • Kehamilan
  • Kesehatan
  • Kesehatan Anak
  • Kisah Inspiratif
  • Kopi
  • Life Style
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Manda Lovhana
  • Motivasi & Interpersonal Skills
  • My Bizz
  • My Stories
  • Olahraga
  • Papa
  • Parenting
  • Peluang Usaha
  • Pendidikan
  • Property
  • Sarasayu Books
  • Training/Seminar

Copyright © 2016 Ibu Berbagi Cerita. Created by OddThemes