Ibu Berbagi Cerita

Berbagi cerita dan pengalaman dalam kehidupan ....

Dulu saya menulis untuk menyimpan cerita. Setelah mengenal Indscript Creative saya menjadi paham, bahwa tulisan juga bisa menjadi jalan untuk menginspirasi.

Dulu saya mengira menulis adalah cara paling sederhana untuk menyimpan cerita. Saya menulis agar sesuatu tidak hilang begitu saja. Percakapan yang pernah terjadi, perasaan yang pernah singgah, atau pengalaman yang pernah membuat saya tertawa juga menangis. Semuanya bagi saya bisa disimpan dalam kata-kata.

Mungkin karena itulah saya senang menulis sejak kecil. Ada rasa tenang dan bahagia ketika sebuah cerita yang berputar-putar di kepala akhirnya menemukan tempatnya di atas kertas. Namun semakin lama saya menulis, saya menemukan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Sebuah tulisan ternyata tidak selalu berhenti ketika titik terakhir diletakkan. Karena terkadang, perjalanan sebuah tulisan justru baru dimulai ketika seseorang membacanya.

Ketika Cerita Menemukan Pembacanya

Kalimat inilah yang selalu saya percayai, bahwa setiap tulisan, setiap cerita, pasti akan menemukan pembacanya. Saya pernah menulis tentang kehidupan sehari-hari sebagai seorang ibu, pengalaman, pemikiran, juga cerita fiksi. Ada tulisan yang kemudian menjadi buku, ada yang hanya menjadi artikel, dan ada pula yang mungkin dibaca beberapa orang lalu berlalu begitu saja.

Namun, kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang terjadi setelah seseorang membaca tulisan kita. Bisa jadi ada seorang ibu yang membaca sebuah tulisan lalu merasa,

"Oh, ternyata bukan hanya saya yang mengalami ini."

Bisa jadi ada seseorang yang sedang ragu memulai sesuatu menemukan keberanian setelah membaca cerita orang lain. Atau mungkin ada seseorang yang sedang berada di titik paling sepi dalam hidupnya menemukan satu kalimat yang membuatnya bertahan sedikit lebih lama.

Satu cerita mungkin sederhana bagi penulisnya, tetapi bisa berarti bagi seseorang yang sedang membutuhkannya. Inilah makna From Writing to Inspiring bagi saya.

Di situlah saya mulai memahami bahwa menulis bukan hanya tentang menyampaikan sesuatu, menulis juga bisa menjadi cara untuk menemani.

Kita Tidak Pernah Tahu Siapa yang Sedang Membutuhkan Sebuah Kalimat

Ada tulisan yang kita buat dengan sangat sederhana, bahkan kita mungkin bahkan tidak menganggapnya istimewa. Namun, ternyata bagi orang lain, tulisan itu bisa datang pada waktu yang tepat.

Saya sering teringat hal ini ketika membaca kembali tulisan-tulisan lama. Ada kalimat yang dulu saya tulis tanpa banyak berpikir, tetapi bertahun-tahun kemudian justru terasa seperti sedang berbicara kepada diri saya sendiri.

Mungkin memang begitulah cara kerja tulisan. Ia menyimpan sesuatu dari diri kita, lalu suatu hari nanti menemukan seseorang yang membutuhkan pesan itu. Karena itu, saya semakin percaya bahwa seorang penulis tidak selalu harus memiliki cerita yang luar biasa.

Cerita yang jujur pun bisa berarti.

Kita tidak harus menjadi orang terkenal untuk menginspirasi. Karena terkadang kita hanya perlu berani menceritakan apa yang pernah kita lalui.

Dari Menulis untuk Diri Sendiri, Menjadi Sesuatu untuk Orang Lain

Hari ini, ketika melihat kembali perjalanan saya di dunia literasi, saya merasa ada perubahan yang perlahan terjadi.

Dulu tujuan saya menulis terutama hanya untuk menyimpan cerita. Namun sekarang saya ingin tulisan saya juga bisa membuka ruang bagi orang lain untuk menemukan cerita mereka sendiri.

Itulah mengapa pada akhirnya saya membuat sebuah saluran WhatsApp dengan berbagai tulisan reflektif, saya juga menikmati ketika bisa mendampingi orang lain menulis, membaca naskah mereka, atau sekadar mendengarkan cerita yang ingin mereka tuangkan ke dalam buku.

Sebab mungkin, di balik keinginan seseorang untuk menulis, ada kebutuhan yang jauh lebih dalam: ingin didengar, ingin dipahami, atau ingin meninggalkan sesuatu yang bermakna.

Dan mungkin itulah makna From Writing to Inspiring bagi saya.

Teruslah menulis dan berbagi. Siapa tahu, tulisan kita adalah jawaban yang sedang dicari seseorang.

Bukan tentang seberapa banyak orang yang membaca tulisan kita. Bukan pula tentang seberapa terkenal nama kita sebagai penulis. Namun, tentang kemungkinan bahwa satu tulisan yang kita buat dengan tulus dapat membuat seseorang merasa tidak sendirian. Membuat seseorang berani memulai, atau bahkan membantu seseorang menemukan dirinya kembali.

Tulisan memang bisa berhenti di halaman. Namun, ketika ia sampai kepada hati seseorang, perjalanan itu belum selesai. Ia bisa berubah menjadi keberanian, harapan, bahkan inspirasi. ❤️

Mungkin itu pula yang saya rasakan selama perjalanan bersama Indscript Creative—bahwa tulisan tidak harus berhenti sebagai kata-kata di halaman. Ia bisa menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman seseorang dengan hati orang lain.

Dukung Literasi Anak, Yayasan PKP Sediakan Perpustakaan yang Nyaman
Dukung Literasi Anak - Sumber: Dokumen Pribadi

Di antara orang tua pasti ada yang pernah mengeluhkan mengenai anaknya yang malas membaca.

Saya, adalah salah satu di antara banyak orang tua di luar sana yang mengeluhkan mengenai anaknya yang malas membaca.

Sebenarnya seperti apa pentingnya literasi sejak dini dan bagaimana tips untuk menumbuhkan kecintaan terhadap dunia literasi? Simak, yuk tulisan berikut ini.

URGENSI LITERASI DINI


Literasi Sejak Dini
Dukung Literasi Anak - Sumber: Dokumen Pribadi

Literasi sejak dini merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam pendidikan. Hal ini membutuhkan perhatian khusus, baik orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anak di rumah dan pendidik, untuk meningkatkan atau membiasakan anak untuk gemar membaca.

Dengan rajin membaca, maka anak akan lebih berwawasan serta mudah memahami aneka pelajaran yang dijarkan di sekolah.

Membaca juga akan membentuk pola pikir yang positif, sehingga anak-anak akan menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas.

Dilansir dari gatra.com, bahwa mayoritas warga Jakarta, yakni 70%, hanya bisa membaca teks singkat dan kosakata dasar, sedangkan 60% punya kemampuan berhitung rendah. Kondisi ini menggambarkan pendidikan Indonesia yang tertinggal 128 tahun. 

Ketertinggalan pendidikan Indonesia itu berdasarkan hasil survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang beranggotakan 38 negara pada 2016.

Riset itu menunjukkan kurang dari 1% orang di Jakarta usia 16-65 tahun yang memiliki kompetensi membaca dan berhitung tingkat tinggi. Selain itu, hanya 5,4% orang dewasa Jakarta yang dapat memahami teks panjang dibanding 35,4% rerata warga negara OECD lain.

Jika di Jakarta saja sebagai Ibukota Indonesia yang akses dalam bidang pendidikan terbilang sangat mudah hasil survey-nya seperti itu, bagaimana dengan kota-kota lainnya di seluruh Indonesia?

CARA AGAR ANAK GEMAR MEMBACA SEJAK DINI


Literasi Anak Sejak Dini
Dukung Literasi Anak - Sumber: Dokumen Pribadi

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua agar anak menyukai literasi sejak dini, antara lain:
1. Menjadi contoh bagi anak.
2. Membacakan buku untuk anak sejak kecil.
3. Mengajak anak ke perpustakaan.
4. Mengajak anak ke toko buku.
5. Jadikan buku sebagai teman serta sahabat.
6. Memahami minat baca anak.
7. Menyediakan bahan bacaan di rumah.
8. Menyediakan tempat yang nyaman untuk membaca.

YAYASAN PKP JIS, DUKUNG LITERASI DENGAN PERPUSTAKAAN YANG NYAMAN DAN LENGKAP


Perpustakaan Sekolah yang Nyaman
Perpustakaan Yayasan PKP JIS - Sumber: Dokumen Pribadi

Salah satu bentuk dukungan sekolah terhadap literasi yaitu dengan menyediakan perpustakaan bagi anak didiknya. 

Pojok Sastra
Pojok Sastra Yayasan PKP JIS - Sumber: Dokumen Pribadi

Perpustakaan yang nyaman dan lengkap, tentunya akan sangat mendukung anak untuk menyukai literasi di sekolah. 

Dari begitu banyak perpustakaan sekolah yang saya kunjungi, salah satu perpustakaan nyaman yang saya jumpai (selain Perpustakaan Nasional yang tiada banding tentunya 😍), adalah milik YAYASAN PKP JIS yang berlokasi di Jl. Raya PKP, Kecamatan Ciracas Jakarta Timur. Ruangan perpustakaan yang disediakan sangat nyaman dan mendukung anak didik untuk betah berada berlama-lama di perpustakaan, baik untuk membaca atau belajar.

Perpustakaan tersebut juga dapat digunakan untuk membuat seminar kecil.
Ruang Belajar Perpustakaan Yayasan PKP JIS
Ruang Perputakaan Yayasan PKP JIS - Sumber: Dokumen Pribadi

Selain itu juga disediakan ruang khusus untuk anak TK Dan MI membaca. Diatur dengan karpet agar anak merasa nyaman berada di perpustakaan.
Ruang Baca Anak TK dan MI
Ruang Baca untuk TK dan MI Yayasan PKP JIS - Sumber: Dokumen Pribadi

Tidak tanggung-tanggung, ruang untuk meeting pun disediakan di dalam perpustakaan.
Ruang Meeting Perpustakaan Yayasan PKP JIS
Ruang Meeting Perpustakaan Yayasan PKP JIS - Sumber: Dokumen Pribadi

Dengan menyediakan fasilitas perpustakaan yang nyaman, YAYASAN PKP JIS telah ikut serta dalam mendukung kemajuan dalam literasi anak.

Mari bersama-sama kita ciptakan generasi emas untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Membangun Kecerdasan dan Kreativitas Anak Lewat Ekstrakurikuler Robotic

Indari Mastuti Tips Menulis Jadi Profesi
Sumber: Indari Mastuti Blog


Menulis menjadi profesi, tentunya merupakan impian bagi seorang penulis. Namun, banyak juga di antara penulis yang menganggap hal tersebut sulit untuk dicapai bahkan mustahil untuk mencapainya. Ada yang belum mencapai ke sana karena tidak dapat melihat peluang yang ada, tetapi banyak juga yang memang “beralasan” dan tidak mau menjalankan proses.

Melanjutkan artikel saya sebelumnya tentang hobi nulis hingga menjadi profesi, kali ini saya akan membagikan tips bagaimana caranya agar menulis dapat menjadi sebuah profesi ala Indari Mastuti, founder Indscript Creative. 

10 TIPS AGAR MENULIS JADI PROFESI 


1. Bangun Mimpi
Tanyakan kepada diri sendiri. Apakah saya punya mimpi untuk dapat berprofesi jadi penulis dan berapa penghasilan yang ingin didapatkan dari profesi menulis? 

“Membangun mimpi itu sangat penting, dari mimpi inilah akan terwujud semangat dan motivasi diri untuk lebih giat berusaha. Salah satu contohnya adalah, ingin berpenghasilan 10 juta dari menulis, maka kita akan terpacu untuk mencapainya,” ucap Indari Mastuti pada online meeting program ODOA Indscript Creative.

2. Konsisten
Konsisten untuk apa? Jelas konsisten untuk latihan menulis dengan tujuan meningkatkan kualitas tulisan. Karena yang akan dijual adalalah tulisan, penting sekali untuk berlatih menulis agar makin mahir.

Seperti program ODOA atau One Day One Article yang diadakan oleh Indscript Creative. Program selama 30 hari ini dirancang agar penulis konsisten dan tentunya mengasah skill menulis serta menaikkan kualitas tulisan.

3. Cari Celah
Pandai mencari celah atau peluang pekerjaan apa saja yang mampu dilakukan yang sesuai dengan skill. 

“Di Indscript Creative, banyak sekali peluang yang dapat diambil. Misalnya dari penulis artikel ternyata bisa juga untuk mencoba menjadi layouter, juga desain cover buku,” jelas Indari Mastuti.

4. Terus Belajar
Terus belajar untuk menambah kemampuan. Seperti pada poin 3, bahwa banyak celah di dunia kepenulisan dan penulis akan tertinggal dengan rekan lainnya jika tidak ada kemauan untuk belajar.

5. Berani
Berani mencoba hal-hal baru. Salah satu contohnya adalah, dalam program ODOA yang diadakan Indscript Creative, pesertanya selalu diminta untuk membuat artikel dengan berbagai topik. Mulai kesehatan, kehamilan, perbankan, kecantikan, sampai kelas bisnis. Jangan menghindari topik-topik yang dirasakan kurang dipahami, tetapi cobalah untuk tetap menuliskannya menjadi sebuah artikel. Karena hal tersebut akan membuat penulis menguasai berbagai bidang atau bahan penulisan.

“Nambah lagi ilmu dengan belajar menulis berbagai topik,” imbuh Indari Mastuti.

6. Bangun Portfolio
Bangun dan terus perbaharui portofolio karya-karya tulisan yang telah dibuat. Indari Mastuti sendiri menganjurkan untuk menggunakan fasilitas landing page Tribelio untuk membuat portfolio. 

Indari Mastuti menjelaskan, bahwa Indscript Creative menggunakan Tribelio Page untuk program-program kelasnya. Penulis juga sangat dianjurkan untuk membuat landing page untuk memudahkan client melihat profile serta portfolio para penulis Indscript.

Contoh landing page Tribelio di sini 

7. Miliki Target yang Jelas
Sebagai penulis harus mempunyai target yang jelas, berapa lama akan mencapai impian, berapa banyak penghasilan yang ingin didapatkan.

8. Libatkan Tim
Ketika akhirnya pekerjaan sudah banyak, sangat perlu untuk menyiapkan tim pendukung. Misalnya saja ketika order tulisan sudah mencapai 10-20 artikel per hari, tentunya akan perlu orang lain untuk membantu pekerjaan pembuatan artikel tersebut sehingga dapat selesai deadline 20 artikel per hari.

Baca juga: Rahasia Konsisten Menulis dengan Mengikuti Program ODOA


Sebagai tambahan, saya menyarankan teman-teman untuk mengikuti kelas-kelas menulis seperti kelas menulis bareng dengan hasil buku antologi ataupun kelas blog dan kelas terbaru dari Indscript Creative yaitu kelas menulis artikel. 

Selain itu, cobalah untuk mulai memikirkan membuat buku solo (buku karya sendiri). Untuk langkah awal bisa menggunakan jasa indie publisher untuk menerbitkan buku. 

“Nggak perlu risau kalau buku terbitnya bukan di penerbit mayor, tetapi di indie publisher. Karena dari pendapatan juga hasilnya yang menentukan bukan penerbit mayor atau indie publisher, tetapi dari penulis sendiri, jago nggak jualan bukunya,” kata Indari Mastuti menyemangati peserta dalam online meeting.

Baca juga: Indari Mastuti Dari Hobi Menulis Hingga Menjadi Profesi 

Indari Mastuti
Sumber: Indscript Creative

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh saya, kalau dari hobi menulis bisa menjadi sumber penghasilan bahkan bisa menjadi sebuah profesi yang dapat berpenghasilan jutaan, puluhan juta, hingga ratusan juta.

Sejak usia dini sudah dibiasakan “berteman” dengan buku. Mulai menulis sejak usia SD dan mencoba mengirimkan naskah ke Majalah Bobo yang saat itu merupakan bacaan yang sangat populer untuk anak-anak. Hobi menulis ini pun berlanjut hingga di jenjang SMA sampai akhirnya ketika zaman kerja pada tahun 2004 mulai menulis di blog.

Namun, saat itu memang sama sekali tidak pernah terpikirkan untuk mencari komunitas literasi dan tidak terbayang bahwa hobi menulis tersebut bisa menghasilkan dan menjadi sebuah profesi hingga bertemu sebuah indie publishier dan saya menerbitkan sebuah buku berjudul Emak Berbisnis.

DARI HOBI MENULIS HINGGA MENJADI PROFESI

Berjumpa pertama kali dengan Komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis yang biasa disebut dengan IIDB, lewat sebuah kelas bisnis bernama BOW (Bimbingan Optimasi WhatsApp) yang diselenggarakan oleh Indscript Creative. 

Dari kelas BOW-lah, saya mengenal sosok Founder Indscript Creative, Indari Mastuti, yang merupakan seorang penulis dan pebisnis yang sukses. Sosok Indari Mastuti yang begitu energik dan dapat memotivasi para perempuan untuk lebih aktif lagi untuk berkarya membuat saya kagum.

Dalam sebuah online meeting, Indari Mastuti mengatakan, bahwa untuk menjadi penulis dengan penghasilan ratusan juta seperti saat ini, membutuhkan proses yang panjang dan tentunya membutuhkan kerja keras. 

“Dari hobi saya menulis diary, hingga terkenal sebagai penulis buku biografi yang mempunyai penghasilan puluhan juga, hingga ratusan buku bisnis “guidance books”, yang sudah saya tulis dan terbitkan, semuanya itu tidak instan atau terjadi begitu saja,” imbuhnya.

Indari Mastuti sudah mulai menulis artikel di media cetak sejak tahun 1996. Pada tahun 2004, Indari menjadi penulis buku dan pada 2005 beliau mulai bergabung di Kompas Gramedia sebagai penulis.

“Pertama kali menerbitkan buku lewat indie publisher dan memang nggak perlu malu jika buku diterbitkannya bukan oleh penerbit mayor. Karena terbit lewat indie publisher maupun penerbit mayor, suksesnya penjualan buku ditentukan juga oleh penulisnya,” kata Indari Mastuti. 

Pada tahun 2007 Indari Mastuti mulai mendirikan Inscript Creative. Bisnisnya bergerak dalam bidang jasa penulisan yang mengerjakan berbagai macam hal, dari mencarikan penulis hingga menyalurkan naskah untuk para penerbit.

Berlanjut pada tahun 2009, Indari diminta menjadi penulis biografi oleh Penerbit Mizan untuk menuliskan kisah Owner Browines Amanda. 

“Sejak itulah, banyak peluang-peluang yang datang kepada saya,” ucap Indari Mastuti.

Tahun 2010, Indari Mastuti membangun IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) dan IIDB (Ibu-Ibu Doyan Bisnis) untuk berbagi dan mengajak para perempuan agar lebih aktif dan semangat untuk berpenghasilan dari rumah. IIDN, yang dilahirkan pada 24 Mei 2010 ini, sekarang sudah memiliki 22.3 ribu anggota dan IIDB yang dilahirkan pada tahun 2011, kini telah memiliki 135 ribu anggota.

Tahun 2012, Indscript Creative menjadi penyedia kebutuhan konten ke lini business to business di seluruh Indonesia.

Tidak sampai di situ saja, pada 17 Agustus 2013, Indari Mastuti mendirikan Sekolah Perempuan, dengan misi melahirkan lebih banyak lagi penulis perempuan. Tahun 2014 Indscript Creative melakukan pengembangan dengan menyediakan jasa konsultasi, training, mentoring, dan penyedia job. Tahun 2005 Indscrip Creative mulai masuk ke dunia ritel penjualan buku.

“Karena kami juga harus mengajarkan agar penulis bisa menjual buku karyanya sendiri. Penulis juga harus jago berbisnis, karena kedua hal tersebut bersinergi,” ujar Indari Mastuti.

Kini, Indscript Creative menjadi penyedia all in one service copywriting. Lima belas tahun perjalanan Indari Mastuti untuk memajukan Indscript Creative hingga pencapaian sukses saat ini.

Sukses Itu Berproses

Menilik dari demikian panjangnya proses perjalanan seorang Indari Mastuti, dari hobi menulis hingga bisa menjadi profesi, semua itu tidak terlepas dari keseriusan dalam menjalani proses tersebut.

“Jangan malas untuk berproses dan seriuslah dalam menulis juga dalam belajar. Karena semua itu jika dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil yang manis,” pesan Indari Mastuti kepada para penulis yang ingin berpenghasilan dan menjadikan menulis sebagai profesi.

Baca juga: Belajar Naikin Omzet Bisnis Bersama Mentor Kece Indari Mastuti 


Nah, untuk teman-teman yang punya hobi nulis. Mari mencoba untuk menyalurkan hobi menulis yang dimiliki menjadi sebuah peluang yang bisa menghasilkan dan menjadi profesi :)

Omzet Melejit
Sumber: Dokumen pribadi

Siapa yang tidak menginginkan omzet bisnisnya melesat? Semua orang pasti menginginkannya, terutama bagi Emak Bakulan Online seperti saya :D Namun, bagi Emak, biasanya ada saja alasan yang dilontarkan untuk memajukan usahanya tersebut. Mulai urusan anak sampai urusan suami, bebenah rumah, dan masak.

Untuk membangun bisnis, alhamdulillah saya dipertemukan dengan Indsript Creative yang mendukungan baik dalam komunitas maupun kelas bisnis yang diselenggarakan. Apa itu Indscript Creative dan apa saja kegiatannya? Silakan disimak, ya ....

Indscript Creative

Indscript Creative hadir sebagai wadah perempuan, khususnya bagi IRT, yang ingin menjadi penulis dan atau pebisnis. Sejak tahun 2007, hadir dengan menjadi agen naskah yaitu menjadi “jembatan” antara penulis dengan penerbit untuk menerbitkan naskah menjadi buku. Seiring dengan kebutuhan konsumen, maka kini Indscript Creative berkembang menjadi Indscript Copywriting dan Indscript Training Center.

Pada sarapan IIDB, 8 Juni 2022 via Zoom meeting,  yang membahas topik "Trik Naikin Omzet di WhatsApp" dengan mentor Indscript Creative,  yaitu Indari Mastuti dan akrab disapa Teh Indari atau Teh Iin, membahas bagaimana para perempuan dapat mengoptimalkan bisnis yang dijalaninya via WhatsApp.

"Naikin omzet di WhatsApp? Bisa banget! Syaratnya, nggak boleh banyak alesan," ucap Indari Mastuti, saat memberikan materi.

Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB)

Adalah grup di bawah naungan Indscript Creative yang banyak mengedukasi perempuan lewat aneka kelas bisnis yang diselenggarakan. Semuanya bertujuan untuk membangun passion para perempuan agar lebih kreatif, lebih energik, dan inovatif, dalam mengurus rumah maupun menjalankan bisnis serta ber-networking.

Kelas-kelas Indscript Creative

Sudah banyak kelas online terutama kelas  bisnis yang diselenggarakan oleh Indscript Creative di antaranya kelas yang mengajarkan untuk naikin omzet di WhatsApp. Saya sendiri sebagai bagian dari Indscript Creative sudah pernah mengikuti kelas bisnisnya. Dua kelas yang saya ikuti adalah Kelas BOW (Bimbingan Optimasi WhatsApp) dan OWMG (Optimasi WhatsApp Makin Gokil). Dalam kelas BOW dan OWMG pesertanya diajarkan untuk menggunakan WhatsApp semaksimal mungkin, ber-networking gokil, sharing, dan saling mendukung bisnis teman.

Indari Mastuti yang merupakan founder dari Indscript Creative, merupakan sosok yang penuh semangat untuk mengedukasi para perempuan. Semangatnya yang luar biasa, selalu memberikan energi positif bagi para perempuan untuk lebih maju. 

Selain kelas bisnis, ada juga kelas menulis, kelas menulis anak, kelas desain, kelas e-book, kelas Tik Tok, kelas Bebenah Rumah, dan masih banyak lagi kelas-kelas yang memudahkan para perempuan untuk menaikkan skill atau kemampuannya.

Lewat jumpa Zoom meeting Sarapan IIDB, 8 Juni lalu tersebut, Indari Mastuti mengatakan, bahwa akan segera dibuka kelas bisnis baru yang lebih spektakuler dari BOW dan OWMG. 

"Kelasnya akan diberi nama NOW atau Naikin Omzet di WhatsApp dan kelasnya akan lebih seru dari BOW dan OWMG," imbuh Indari Mastuti.

Wuiiihhhh, pastinya bakalan keren banget. Kelas Indari Mastuti mana sih yang nggak keren, huhuuyyy. Pokoknya, stop banyak alasan! Terus bergerak maju serta mau untuk belajar, jangan dikit-dikit, alasan inilah, itulah. Jadinya seperti mundur duluan sebelum perang. Kita harus semangat untuk selalu bertumbuh dan tidak menyerah dalam menggapai impian.

Nantikan postingan saya berikutnya tentang kelas bisnis baru bernama NOW (Naikin Omzet di WhatsApp) ini ya. Apa materinya, berapa lama pelaksanaannya, juga bagaimana aturan main kelasnya. 

Indscript Creative, Menjadi Sahabat Mewujudkan Mimpi
Sumber: Indscript Creative


Lima belas tahun sudah Indscript Creative berkiprah dalam jasa kepenulisan. Selama 15 tahun, Indscript Creative telah mewadahi ribuan hingga ratusan ribu penulis untuk berkembang. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari program-program yang dibuat oleh Indari Mastuti sebagai founder-nya.

Indscript Creative juga telah berhasil menjadi salah satu perusahaan jasa copywriting yang sukses di Indonesia.

Indscript Creative, Menjadi Sahabat Mewujudkan Mimpi
Sumber: Indscript Creative


Indscript Creative 2022

Pada tahun kelima belas ini, Indscript Creative menambah dan lebih menyempurnakan lagi produk jasa kepenulisan serta program-program yang dimilikinya. 

All in one service copywriting Indscript Creative meliputi:

● Penulisan konten website
● Blogger review
● Pembuatan company profile
● Konten media sosial
● Penulisan biografi
● Ghostwriter
● Outsource copywriter
● Kelas pendampingan penulisan buku
● Buzzer

Indscript Creative yang akan berusia 15 tahun pada tanggal 8 September 2022 mendatang, tidak hanya mempunyai jasa all in one service copywriting dan kelas menulis saja, tetapi juga memiliki kelas lain yaitu kelas bisnis, optimasi media sosial, public speaking, dan masih banyak lagi kelas online yang diselenggarakan oleh Indscript Creative.

“Mau cari jasa copywriting, ada. Mau cari jasa nulis buku, ada. Pokoknya jasa Indscript Creative lengkap dan market client kami adalah middle to high,” imbuh Indari Mastuti founder Indscript Creative.

Indscript Creative telah menangani banyak client dalam jasa copywriting, dari berbagai jenis perusahaan.  Begitu juga untuk jasa nulis buku, Indscript sudah sering sekali menerima pesanan untuk penulisan sebuah buku.

Indscript Creative, Menjadi Sahabat Mewujudkan Mimpi
Sumber: Indscript Creative


Indscript Creative Menjadi Sahabat Mewujudkan Mimpi

Sesuai dengan slogannya, Indscript Creative Menjadi Sahabat Mewujudkan Mimpi. Hal ini terbukti dengan banyaknya para anggotanya yang telah mendulang sukses bersama Indscript.

Sebagai perusahaan jasa copywriting, jasa menulis buku, serta indie publisher, Indscript Creative membuka peluang seluas-luasnya bagi anggotanya yang ingin maju dan berkembang. 

“Mau punya target penghasilan berapa dari Indscript? Semua bisa, asalkan serius belajar dan mau berproses. Saat ini sudah banyak penulis yang bisa mendapatkan ratusan ribu, jutaan, sampai puluhan juta dari Indscript,” ucap Indari Mastuti.

Punya impian memiliki buku sendiri? Indscript Creative bisa mewujudkan mimpi untuk memiliki sebuah buku dengan mengambil kelas pendampingan menulis buku. Mulai dari kelas menulis bersama yang mempunyai output buku antologi, sampai kelas menulis buku dalam satu hari, semua ada di Indscript.

“Saat ini Indscript Creative masih termasuk indie publisher, tetapi nggak masalah karena kami mengajarkan penulis untuk bisa jualan bukunya sendiri,” ujar Indari Mastuti lagi.

Mau mewujudkan impian naik omzet bisnis? Lagi-lagi Indscript juga bisa membantu mewujudkan mimpi tersebut dengan kelas-kelas yang bisa diikuti oleh para owner bisnis.

Baca juga: NOW, Kelas Bisnis Naikin Omzet di WhatsApp 


Terbukti Sebagai Sahabat Mewujudkan Mimpi

Terbukti, bahwa Indscript Creative memang menjadi sahabat mewujudkan mimpi. Satu bulan saya bergabung sebagai penulis dan editor di Indscript, alhamdulillah banyak pelajaran yang saya dapatkan, serta penghasilan dari job berbagai client Indscript :)

Untuk yang mau naik omzet, bisa mengikuti kelas bisnis yang diselenggarakan Indscript. Saya sudah pernah mengikuti 4 kelas, yaitu kelas BOW (Bimbingan Optimasi WhatsApp), OWMG (Optimasi WhatsApp Makin Gokil), Kelas Reparasi Bisnis, dan Kelas Rekrut 1000 Reseller. Materi yang diberikan sangat bagus dan seperti yang selalu dikatakan oleh Indari Mastuti, founder sekaligus mentor Indscript Creative, bahwa yang penting mau serius belajar dan mempraktikkan materi yang yang diberikan.

Bagi yang ingin jadi penulis, bisa mengikuti kelas menulis bersama sebagai langkah awal. Nantinya penulis akan mempunyai karya antologi atau karya bersama. Buku antologi tersebut akan diterbitkan oleh indie publisher  dengan brand Bukuin aja, yang juga merupakan bagian dari Indscript Creative.


Tips Konsisten Menulis
Sumber: Dokumen pribadi


Hari ini, 18 Juni 2022, Sarapan IIDB via video chat Telegram, membahas mengenai program ODOA yang sedang digelar sejak 10 hari yang lalu sampai 20 hari ke depan.

Tentang Program ODOA

Program ODOA sendiri, merupakan program bagi para penulis/blogger untuk melatih konsistensi menulis setiap hari. ODOA merupakan singkatan dari One Day One Article. Program ODOA berlangsung selama 30 hari dan para penulis wajib untuk membuat satu artikel setiap hari.

Selain bertujuan untuk membantu penulis agar lebih konsisten menulis setiap harinya, program ini juga bertujuan untuk menaikkan kualitas menulis dari tiap peserta.

“Intinya program ini dibuat agar penulis bisa konsisten membuat artikel setiap harinya, karena dengan berlatih setiap hari akan mengasah skill menulis dan mengembangkan ide dari tiap penulis,” imbuh Indari Mastuti, Founder Indscript Creative.

Mekanisme Program ODOA

“Dalam program ODOA ini, peserta akan diberikan satu video, kemudian harus dikembangkan menjadi 3 judul artikel dan tiap artikel disetorkan melalui form yang di share melalui Google Drive,” lanjut Indari Mastuti lagi yang akrab disapa Teh Iin.

Kemudian dari artikel yang sudah disetorkan tersebut akan dikoreksi oleh Tim PJ dan Tim Editor untuk review serta kelayakan terbit di blog masing-masing peserta.

Indscript Creative yang berdiri sejak tahun 2007, memang bergerak di bidang jasa penulisan yang mengerjakan berbagai macam hal, mulai dari mencarikan penulis hingga menyalurkan naskah untuk para penerbit.

“Jadi harapannya, dengan program ODOA yang diadakan Indscript Creative ini, akan melahirkan banyak penulis berkualitas. Karena dengan menaikkan kualitas menulis tentunya akan sangat berpotensi menaikkan penghasilan dari menulis itu sendiri,” imbuh Indari Mastuti.

Baca juga: Belajar Naikin Omzet Bersama Mentor Kece Indari Mastuti 


Kesan Mengikuti ODOA

Saat ini grup ODOA berisikan sekitar 118 penulis dari daerah serta latar belakang yang berbeda, dan saya merupakan salah satu peserta dari program ODOA ini :)

Selama mengikuti ODOA ini rasanya nano-nano :D, kami sebagai peserta memang harus pandai mengembangkan ide dari video yang diberikan. Apalagi dari satu video peserta dituntut untuk membuat 3 artikel. Saya melihat dari hari pertama hingga saat ini peserta makin berguguran :D

Bagi saya yang sudah mulai menulis di blog sejak 2005 tetapi tidak pernah berorientasi mencari cuan, program ODOA merupakan pembelajaran yang luar biasa, karena ternyata untuk konsisten dan mengembangkan ide itu tidak mudah. Rata-rata, saya membuat artikel selama 30-60 menit untuk 500-1000 kata, tergantung topik atau tema yang diberikan dan dalam sehari bisa membuat 2-4 artikel jika tanpa distraksi pekerjaan lain, baik urusan anak, rumah, maupun pekerjaan lainnya.

Alasan yang sama yang rata-rata sering dikatakan oleh para peserta,  adalah karena bekerja, mengurus anak dan rumah, faktor “M” (dibaca: malas), serta hal lainnya khas perempuan. Maka, saya suka menyampaikan kepada yang masih muda, energik, dan belum berkeluarga agar lebih memaksimalkan belajar, atau sering disebut oleh Indari Mastuti sebagai “investasi leher ke atas”.

Tips Mengikuti ODOA

Disebabkan munculnya alasan-alasan tersebut di atas dan saya juga mengalaminya, bahkan sempat ingin mundur dari ODOA :D, saya akan share tips agar sukses mengikuti ODOA, sebagai berikut:

1. Mulai mengatur waktu (manajemen waktu). 
Bisa membuat to do list dan alokasikan menulis dalam jadwal harian yang dibuat.

2. Biasakan Membaca
Dengan membaca tentunya akan membuat wawasan semakin luas dan berguna untuk kita dalam menulis. Berlaku juga dalam membaca informasi yang diberikan oleh PJ di grup, jadi enggak tanya-tanya terus hal yang sama.

3. Topik Baru Merupakan Tantangan
Jangan takut untuk menuliskan topik baru yang kita merasa kurang memahaminya. Adanya topik baru justru memberikan kesempatan kita untuk belajar hal baru dalam menulis. Taklukkan tantangan dengan tetap menulis sesuai topik yang diberikan.

4. Selalu Melakukan Riset
Dalam menulis usahakan untuk selalu meriset topik yang akan dituliskan agar tulisan kita lebih akurat dan informatif.

5. Cek Plagiarisme
Sebelum setor tugas, ada baiknya untuk melakukan pengecekan dulu, apakah artikel kita lolos dari plagiarisme. Caranya adalah dengan menggunakan tools plagiarism yang bisa diakses secara gratis. Kenapa harus cek plagiarisme, ya tentu dong, agency mana yang mau menggunakan jasa penulis yang isi tulisannya plagiat. So, belajar untuk cek plagiarisme tulisan kita sebelum dimasukkan ke dalam list setoran ODOA ataupun posting di blog.

Semoga program ODOA ini berhasil dilalui dengan penuh semangat oleh teman-teman dan bisa menjadikan kita semua lebih konsisten serta menjadi penulis yang naik kelas.

Terima kasih Teh Indari Mastuti dan Indscript Creative yang telah mengadakan program keren ini untuk para penulis.
Satu bulan yang lalu, tepatnya 1 Ramadan saya membuat program dalam dunia literasi, yaitu TANTANGAN MENULIS 30 DAYS RAMADAN ❤️

Tujuan membuat program  literasi Tantangan Menulis 30 Days Ramadan ini adalah untuk melatih penulis agar konsisten dalam membuat tulisan setiap harinya.

Kenapa butuh konsisten? Karena kelancaran menulis akan dapat terasah dengan konsisten menulis. Tidak perlu banyak namun seberapa sering teman-teman berlatih untuk menulis, sehingga lambat laun akan dapat menulis dengan lancar ❤️

Program ini diikuti oleh kurang lebih 33 orang peserta yang dibagi dalam 3 grup kecil dengan 3 admin di dalam masing-masing grup. 

Selamat saya ucapkan kepada teman-teman yang  telah lolos mengikuti Tantangan Menulis 30 Days Ramadan dan telah berhasil mendapatkan sertifikat serta voucher diskon menerbitka buku.

Insyaa allah kemampuan menulis teman-teman akan semakin baik lagi ke depannya. Dan semoga literasi dapat makin maju di nusantara tercinta ini.

Semangat, semangat dan semangaattt selalu🔥🔥🔥

Love ❤️,
Haning Arum S. 
t.me/haningarums

#SSPublishing #Sarasayubooks #SarasayuBooksCommunity #TantanganMenulis30HariRamadhanSSPublishing

Literasi Tantangan Menulis
Literasi Tantangan Menulis
Literasi Tantangan Menulis

Buku Sosial Budaya: Re-Launching Buku Mozaik Budaya Mataram
Sumber: Dokumen pribadi

Final meeting re-launching buku yang sangat luar biasa yang berjudul MOZAIK BUDAYA ORANG MATARAM karya (Alm) Fath Zakaria.

Mozaik Budaya Mataram


Buku ini berisikan sejarah serta kebudayaan dari Bumi Mataram Lombok. Buku yang sangat berbobot dan seharusnya dapat menjadi warisan budaya baik lokal maupun nasional hingga mancanegara.

Buku digagas untuk diterbitkan kembali oleh putri penulis yang juga seorang penulis Zuliatin Darakutni. Spesialnya lagi, buku yang akan segera terbit ini mendapat dukungan dari seorang penulis kenamaan Achmad Chodjim, dengan karya buku “best seller” Syekh Siti Jenar (4 jilid), dan Sunan Kalijaga (Mistik dan Makrifat).

Bismillah makin menebarkan kebaikan dan manfaat serta ilmu pengetahuan bagi banyak orang ❤️😍 dan semoga nanti ada kesempatan sarasehan buku tersebut ke Lombok. Aamiin Ya Rabbal Alamiin 🤲❤️




Belajar menulis skenario
Wow, dalam 3 hari bisa nulis skenario film & sinetron! Yuk, ikut kulwanya 😍

Dibuka kulwa/kelas online/seminar menulis skenario. Skenario film, skenario sinetron.

Buat kamu yang ingin mempelajari tentang menulis skenario dari dasar, kulwa atau kuliah WhatsApp ini sangat tepat untuk kamu ikuti karena kamu akan dibimbing oleh narasumber yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang skenario, pertelevisian dan literasi.

Di kelas yang akan berlangsung selama 3 hari ini, kamu akan mendapatkan materi - materi:

👍 Apa itu skenario
👍 Istilah-istilah dalam skenario
👍 Mencari dan menangkap ide
👍 Membuat basic story
👍  Membuat sinopsis
👍  Membuat sceneplot
👍 Adaptasi naskah cerpen/novel menjadi skenario
👍 Membuat skenario
👍 Zoom atau Google Meet di sesi terakhir materi.

Bonus : 
👍 Identifikasi bakat dalam menulis genre cerita.

Kuota terbatas, amankan seatmu!

Htm :
👉Early bird 75k only (sd. 31 Mei 2021)
👉Normal 100k (01-12 Juni 2021)

Format pendaftaran:
DaftarKelasSkenario_Nama_Domisili 
silakan chat via WA 0812 837 23 234

Ditunggu pendaftarannya di kulwa/kelas online skenario :)

#kelasskenario #kelasonline #skenario #belajarskenario #skenariofilm #kelasonlineskenario #kelasmenulis #sarasayubooks #sspublishing #sunartosamudro #kelasmenulisonline #kelasmenulisskenario #kursusonline #skenariosinetron #skenario
Older Posts Home

AUTHOR

My photo
Haning Arum S.
Ibu tiga anak yang mempunyai latar belakang beragam. Merintis beberapa usaha dan memulai pekerjaan sebagai editor pada tahun 2016 lalu. Tinggal di Cibubur Jakarta Timur. Saat ini, mempunyai kegiatan sebagai MomPreneur, penulis, editor, makeup artist dan menjadi mentor di kelas-kelas menulis dan makeup.
View my complete profile

FOLLOW MY FACEBOOK PAGE

POPULAR POSTS

  • Mengatasi Morning Sickness dengan Hipnoterapi dan Menjaga Pola Makan
    Sumber: Dokumen Pribadi "Selamat, Anda hamil!" Wow, berjuta rasanya ketika dokter mengatakan hal tersebut kepada Moms dan suami a...
  • Membangun Kecerdasan dan Kreativitas Anak Lewat Ekstrakurikuler Robotic
    Membangun Kecerdasan dan Kreativitas Anak Lewat Ekstrakurikuler Robotic - Sumber: Anatta Sannai Kecerdasan dan kreativitas seora...
  • Yayasan PKP JIS Cetak Generasi Emas Bangsa Lewat Kegiatan Robotik
    Piala Kejuarnas Bllitar Tim Robotic MTs. PKP JIS - Sumber: Dokpri  Perkembangan zaman saat ini menuntut masyarakat untuk dapat menyesuaikan ...
  • Survey TK Islam & Umum Cibubur Dsk - Part One
    Tiba waktunya untuk Manda cari2 TK untuk Kk, Karena Papanda nya ingin Kk dimasukkan TK Islam maka survey berikut sebagian besar adalah TK Is...
  • Ngopi Santai dan Nikmat Bersama Luwak White Koffie
    Everyday Coffee - Sumber: Dokumen Pribadi Siapa pecinta kopi di sini, tunjuk tangaaann ... :D Hai semua, kali ini Ibu sebagai co...
  • Info Kursus Menembak
    Info Kursus Menembak - Sumber: Lovhana Setelah sekian lama rencana ikutan latihan menembak tertunda, akhirnya  hari Sabtu lalu (...
  • Arti BIRADS Pada Pemeriksaan USG
    Sumber: Dokumen pribadi Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan Maret saya merasakan rasa cenut-cenut di kedua payudara hingga ketiak. A...
  • Dukung Literasi Anak, Yayasan PKP JIS Sediakan Perpustakaan yang Nyaman
    Dukung Literasi Anak - Sumber: Dokumen Pribadi Di antara orang tua pasti ada yang pernah mengeluhkan mengenai anaknya yang malas...
  • Lovhana's 4th B'Day
    Ultah si Kk ke 4 ini lebih banyak cerita sedihnya L pernak pernik ultah seperti cake dan goodybag yang rencananya akan digarap sendiri oleh ...
  • Tips Sukses Interview
      Tips Sukses Interview - Sumber: Dokumen pribadi Hai temans, pada kesempatan ini, saya ingin share sedikit tips untuk kalian yang mau menja...

Categories

  • All About Tumor & Cancer
  • Aneka Tips
  • Beauty and Makeup
  • Bisnis dan Keuangan
  • Books
  • Buku Emak Berbisnis
  • Digital Marketing
  • Fashion
  • Hukum
  • Human Resource
  • Indscript Creative
  • Info
  • Kehamilan
  • Kesehatan
  • Kesehatan Anak
  • Kisah Inspiratif
  • Kopi
  • Life Style
  • Lingkungan
  • Literasi
  • Manda Lovhana
  • Motivasi & Interpersonal Skills
  • My Bizz
  • My Stories
  • Olahraga
  • Papa
  • Parenting
  • Peluang Usaha
  • Pendidikan
  • Property
  • Sarasayu Books
  • Training/Seminar

Copyright © 2016 Ibu Berbagi Cerita. Created by OddThemes