Merayakan Kemerdekaan dengan Puisi, Kostum, dan Perburuan Bunga Kamboja
![]() |
| Membawa semangat kemerdekaan dengan kostum yang terinspirasi dari tarian Legong Keraton dan kisa burung Garuda. (Sumber: Dokpri) |
Ada berbagai cara untuk merayakan kemerdekaan. Misalnya saja dengan upacara, memasang bendera, mengikuti perlombaan, atau sekadar berkumpul dan tertawa bersama.
Tahun ini, saya memilih cara yang sedikit lebih heboh: ikut lomba baca puisi dan lomba kostum dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dan ternyata, perjalanan saya dalam perayaan kali ini justru menghasilkan cukup banyak cerita. Termasuk cerita unik tentang bunga kamboja yang sampai harus “diburu” ke sekitar Stasiun LRT Ciracas. 🤣
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 19–27 Agustus 2026. Berbagai lomba digelar untuk memeriahkan suasana, mulai dari badminton, voli, tenis meja, baca puisi, karaoke, hingga fun games. Puncaknya diisi dengan lomba kostum, bazar, fun games, karaoke, serta pengumuman dan penyerahan hadiah dari lomba-lomba yang telah berlangsung sebelumnya.
Acara puncak dilaksanakan di lapangan BNN Pusat dan diawali dengan pelepasan balon ke udara. Drs. Yuki Ruchimat, M.Si., selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI BNN sekaligus Plt. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, menyampaikan pidato mewakili Kepala BNN. Acara kemudian dibuka oleh Mangaradja Surjadi Hutagaol, Ak., M.M., Inspektur III pada Inspektorat Utama BNN.
Sejumlah pejabat dan pimpinan unit kerja BNN pun turut hadir dalam kemeriahan acara tersebut.
![]() |
| Pelepasan balon ke udara menandai dimulainya acara puncak perayaan HUT ke-81 RI di lingkungan BNN. (Sumber: Humas BNN RI) |
Dari Puisi ke Panggung Kostum
Saya sendiri mendapat kesempatan mengikuti lomba baca puisi yang dilaksanakan hari Senin, 24 Agustus 2026 di gedung BNN lantai 7. Puisi yang dibawakan sudah ditentukan oleh panitia. Jadi, tantangan sesusngguhnya bukan membuat puisi sendiri, melainkan bagaimana menghidupkan kata-kata tersebut ketika berdiri di depan peserta dan juri.
Sebagai orang yang sejak dulu memang suka menulis, membaca puisi terasa menyenangkan. Namun, tetap saja, untuk tampil di depan banyak orang selalu punya sensasi tersendiri.
![]() |
| Mengikuti lomba baca puisi dengan karya yang telah ditentukan oleh panitia. (Sumber: Dokpri) |
Tidak selesai di lomba puisi, saya kemudian mengikuti lomba kostum.
Ada satu hal yang cukup menarik dari lomba kostum yang digelar. Tema kemerdekaan ternyata ditafsirkan dengan sangat bebas. Ada yang tampil dalam kelompok dengan karakter yang begitu beragam, ada pula yang membawa nuansa kerajaan dan tokoh fantasi. Kreativitas peserta benar-benar tidak ada habisnya.
Saya sendiri sempat membayangkan, “Ini lomba kostum kemerdekaan atau parade karakter?” 😂Namun, mungkin justru itulah yang ingin dihadirkan: bukan sekadar keseragaman tema, melainkan keunikan, keberanian tampil, dan kemeriahan.
Sementara itu, saya memilih membawa sesuatu yang terasa cukup dekat dengan diri sendiri. Nah, yang satu ini ceritanya lebih panjang. 😂
Kostum yang saya kenakan terinspirasi dari kostum Legong Keraton yang mengangkat kisah sepasang burung garuda. Saya kemudian membayangkan sosok Jatayu seperti yang pernah saya lihat dalam visual Garuda Wisnu Kencana (GWK), menjadi penjaga negeri dari ancaman narkoba bersama BNN.
Konsep tersebut kemudian dimodifikasi oleh anak pertama saya, Lovhana atau Hana, yang saat ini berada di semester 7 Fakultas Tehnik Informatika Universitas Bina Sarana Informatika dan memang seorang cosplayer. Bahkan sayap dan tongkat yang saya gunakan dibuat sendiri oleh Hana.
Kain prada Bali dan berbagai aksesori tari yang saya gunakan merupakan koleksi pribadi. Maklum, saya memang sudah menjadi penari Bali sejak SD. Jadi kali ini, beberapa benda yang selama ini tersimpan akhirnya mendapat kesempatan untuk kembali tampil.
Lalu tibalah cerita paling seru: bunga kamboja.
Saat bingung di mana harus mencari bunga kamboja, ada satu ide yang datang dari Mbak Tari, teman satu ruangan saya di Litbang dan ide tersebut kemudian direalisasikan oleh Pras.
Maka dimulailah sebuah misi khusus: mencari bunga kamboja.
Pras akhirnya memetik bunga kamboja langsung dari pohonnya di sekitar Stasiun LRT Ciracas seperti ide yang diberikan oleh Mbak Tari. Dengan melompat dan menarik daunnya, sampai memastikan tidak ada petugas keamanan yang marah, juga tetesan getah dari bonggol batang kamboja yang mengenai celana panjang.🤣
Sungguh sebuah perburuan bunga kamboja yang tidak akan pernah saya lupakan. 🤣🤣🤣
![]() |
| Bunga kamboja yang menjadi bagian dari mahkota kostum—hasil "operasi khusus" Pras atas ide Mbak Tari🤣 (Sumber: Dokpri) |
Puslitdatin, Dua Kali Naik Podium
Perjuangan tersebut ternyata berbuah manis.
Dalam lomba kostum, Puslitdatin berhasil meraih Juara Harapan III. Juara I diraih Biro Keuangan, Juara II Biro Perencanaan Settama, dan Juara III Direktorat PLRKM.
Dan ternyata Puslitdatin belum selesai mengumpulkan prestasi.
Dalam fun games, Kevin berhasil membawa Puslitdatin menjadi Juara II lomba jalan lurus.
![]() |
| Kevin (tengah) menerima hadiah lomba jalan lurus dan lomba kostum. (Sumber: Dokpri) |
Dukungan teman-teman Puslitdatin membuat lomba-lomba ini terasa jauh lebih menyenangkan. Ada yang membantu memikirkan konsep, memberikan semangat, mendukung saat tampil, mengatur konsumsi, sampai ikut merasakan deg-degannya ketika menunggu pengumuman.
Pengumuman dan penyerahan hadiah berlangsung sekitar pukul lima sore, sebagian besar pegawai sudah lebih dulu pulang. Termasuk saya😂. Jadi, ketika nama Puslitdatin dipanggil sebagai Juara Harapan III lomba kostum, Kevin-lah yang maju menerima hadiah mewakili tim. Untunglah kemenangan tidak mensyaratkan sang peserta kostum harus bertahan sampai acara benar-benar selesai. 🤣
| Bersama ciwi-ciwi Puslitdatin. (Sumber: Luthfi-Bendahara BP) |
Pada akhirnya, kemerdekaan memang tidak selalu harus dirayakan dengan sesuatu yang besar.
Kadang, kemerdekaan terasa sederhana ketika kita diberi kesempatan untuk tertawa bersama, mencoba sesuatu yang berbeda, berani tampil, dan menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang setiap hari kita temui.
Bagi saya, HUT ke-81 RI tahun ini benar-benar meninggalkan cerita yang cukup lengkap: ada puisi, ada kostum, ada dua penghargaan untuk Puslitdatin, ada kreativitas Hana, ada kenangan menari sejak kecil, dukungan teman-teman, dan tentu saja...
Ada sebuah misi rahasia mencari bunga kamboja di LRT Ciracas. 🤣
Ternyata, kemerdekaan juga bisa dirayakan dengan cara sesederhana itu: bersama-sama menciptakan cerita yang kelak akan kita tertawakan lagi.






0 comments